Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami tekanan aksi jual yang kuat pada perdagangan sesi pertama Jumat (5/6/2026) di Bursa Efek Indonesia.

Harga saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu itu merosot 4,36 persen ke level Rp 1.315.

>>> Karyawan Amazon Protes Pembangunan Pusat Data AI di Seattle

Penurunan tajam ini terjadi setelah saham TPIA sempat melonjak hingga 24 persen pada awal sesi yang sama.

Aktivitas perdagangan saham berkode TPIA tercatat sangat tinggi dengan volume mencapai 1,19 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 100.350 kali.

Nilai transaksi perdagangan saham perusahaan pengolahan petrokimia tersebut menyentuh angka Rp 1,81 triliun pada sekitar pukul 10.45 WIB.

Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, saham TPIA membukukan nilai jual bersih oleh investor atau net sell sebesar Rp 326,7 miliar.

>>> Inflasi Thailand Naik 2,79 Persen pada Mei 2026, Lebih Rendah dari Perkiraan

Angka net sell tersebut menjadi yang tertinggi di antara jajaran saham lain, menggeser saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sebelumnya terkena aksi jual masif di awal sesi.

Saham BBCA menempati posisi tertinggi kedua dengan net sell mencapai Rp 214,5 miliar.

Tekanan terhadap pergerakan saham Chandra Asri Pacific ini memperpanjang tren negatif setelah pada dua hari bursa sebelumnya selalu ditutup di zona merah.

>>> Kementerian ESDM Naikkan Alokasi Biodiesel Jadi 17,6 Juta Kiloliter

Investor asing juga dilaporkan kerap melakukan aksi jual bersih terhadap saham ini secara konsisten sejak 6 Mei 2026 hingga 4 Juni 2026.