>>> Manipulasi Psikologis Dominasi Lonjakan Kejahatan Siber di Indonesia

Kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih dinilai dapat menjadi saluran distribusi baru sekaligus memperluas penetrasi pasar di wilayah yang belum tergarap optimal.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mayora telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 60 per saham dari laba tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil setelah perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan menjadi Rp 38,68 triliun pada 2025, meningkat dari Rp 36,07 triliun pada tahun sebelumnya.

Wardhana mengakui bahwa sepanjang tahun lalu perseroan menghadapi tantangan akibat lonjakan harga kopi dan kakao yang meningkatkan biaya produksi.

Namun, berbagai langkah strategis berhasil menjaga kinerja perusahaan tetap bertumbuh.

Sejumlah inisiatif dijalankan perseroan, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.

"Strategi tersebut menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar, baik domestik maupun internasional," ujarnya.

Prospek industri makanan dan minuman nasional dinilai masih menjanjikan berkat konsumsi rumah tangga yang stabil serta permintaan ekspor yang kuat.

Kendati demikian, perseroan tetap mencermati sejumlah risiko global termasuk potensi gangguan rantai pasok, fluktuasi biaya logistik, dan pergerakan harga komoditas.

"Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri.

>>> 6 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2026

Dengan fondasi bisnis yang kuat, kami optimistis dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan," tutup Wardhana.