Pada bilasan terakhir, air dicampur dengan kapur barus sebagai wewangian alami. Prosesi diakhiri dengan mewudhukan jenazah secara tertib.

Tata Cara Mengafani Jasad

Jasad yang telah bersih dikafani menggunakan kain putih yang suci. Jenazah laki-laki memerlukan tiga lapis kain kafan, sedangkan perempuan membutuhkan lima lapis.

Kain untuk jenazah perempuan meliputi kain basahan bawah, baju kurung, kerudung, serta dua lembar kain penutup luar.

Tali pengikat disiapkan dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh utas.

Tali-tali tersebut dipasang di bawah kain kafan sebelum jasad diletakkan di atasnya. Penempatan tali diatur pada area atas kepala, bahu, dada atau perut, lutut, hingga bawah telapak kaki.

Wewangian non-alkohol dapat diusapkan pada kain kafan serta anggota tubuh yang digunakan untuk sujud. Kapas bersih dipasang untuk menutup lubang tubuh seperti telinga dan hidung.

Kain kafan dibalutkan selapis demi selapis dengan rapi. Ikatan tali diikat menggunakan simpul hidup pada sisi kiri jasad agar mudah dilepaskan di liang kubur.

Tata Cara Menshalati Jenazah

Shalat jenazah ditunaikan dalam posisi berdiri tegak dengan empat kali takbir tanpa rukuk dan sujud. Posisi imam disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah.

>>> PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Sekolah 2026

Jika jenazah laki-laki, imam berdiri sejajar dengan kepala. Untuk jenazah perempuan, imam berdiri sejajar dengan perut atau pinggang, dengan kepala jenazah di sisi kanan imam.

Pada takbir pertama, jamaah membaca Surat Al-Fatihah. Takbir kedua dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat takbir ketiga, jamaah melafalkan doa khusus memohon ampunan dan rahmat bagi jenazah.

Pada takbir keempat, doa dipanjatkan untuk kedamaian keluarga, lalu ibadah ditutup dengan salam ke kanan dan kiri.