BRI Dorong Transformasi Perbankan Melalui Kecerdasan Buatan
Sektor perbankan tengah memasuki fase transformasi baru yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan hal tersebut dalam siaran pers pada Jumat (5/6/2026).
>>> Ketika Rupiah Menembus Level Rp18.000 per Dolar AS
Integrasi ekosistem digital dengan aktivitas harian masyarakat kini menjadi tumpuan utama layanan keuangan, menggantikan model jaringan fisik masa lalu.
"Kondisi tersebut membuat perbankan perlu terus berevolusi agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku nasabah dan dinamika industri yang berkembang cepat," kata Hery Gunardi.
Pergeseran pola interaksi nasabah, skema distribusi layanan, hingga peta kompetisi berbasis ekosistem digital menjadi poin krusial yang disorot.
Landasan evolusi ini merujuk pada analisis Brett King mengenai empat era perkembangan perbankan.
Era 1.0 ditandai dengan pemanfaatan cek dan giro, sedangkan era 2.0 menghadirkan mesin ATM yang beroperasi 24 jam penuh.
"Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking. Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabang bank," ujar Hery.
Akselerasi teknologi berlanjut pada fase keempat yang melibatkan integrasi finansial dan digitalisasi.
"Nah yang keempat ini adalah financial technology, fintech dan juga digitalisasi. Digital ini sudah mengubah perilaku nasabah di Indonesia dan luar negeri," kata Hery.
>>> 9 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Payudara Ibu Menyusui
Pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu menjadi momentum krusial yang memaksa percepatan digitalisasi perbankan.
Pembatasan fisik membuat masyarakat beralih menggunakan layanan elektronik secara mandiri.
"Yang tadinya gaptek, tidak bisa menggunakan mobile banking, terpaksa menggunakan mobile banking," jelas Hery.
Perubahan perilaku tersebut mempertegas identitas institusi keuangan modern saat ini.
Menurut Brett King, "bank is a technology company with a banking license."
Langkah pembaruan sistem kini bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak demi menghindari risiko kehilangan nasabah.
"Ini adalah satu keharusan bahwa kita harus mentransformasi diri. Bukan hanya digitalisasi, tetapi juga terkait dengan AI dan Gen AI.
>>> Sir Alex Ferguson Kembali Terlihat di Publik Usai Sempat Masuk Rumah Sakit
Jika tidak diubah, bank akan ditinggalkan nasabahnya," tegas Hery.
Update Terbaru
7 HP Oppo RAM 8GB Terbaru 2026: Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
IHSG Anjlok ke 5.692,15, Saham Bank Raksasa Jadi Pemicu
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Film Colony Tembus 4 Juta Penonton di Korea Selatan
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
BPK Temukan Potensi Kerugian PT BTN Rp1,33 Triliun Akibat KPR Bermasalah
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Truk Impor China Ancam Industri Karoseri Nasional, Banyak Usaha Gulung Tikar
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Film Animasi Garuda Di Dadaku Tayang 11 Juni 2026, Bertepatan Piala Dunia
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Chen Yu Fei Hentikan Langkah Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Makna Spiritual dan Praktik Ayat Summum Bukmun Umyun dalam Kehidupan
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Cara Mudah Sedekah Subuh dari Rumah, Tak Perlu ke Masjid
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Kemendikdasmen Umumkan Rata-rata Nilai TKA SD dan SMP 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Sikapi FOMO Anak terhadap Idola, Orangtua Jangan Langsung Melarang
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Telkom Indonesia Buka Suara soal OTT Komisaris Silmy Karim
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Kemendikdasmen Salurkan PIP Termin Kedua hingga September 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB






