Tapi enggak ada juga pertanyaan ke kita apakah berhubungan dengan DSI atau ekspor segala macem,” kata Gita Mahyarani, Direktur Eksekutif APBI di sela Indonesia Critical Minerals Conference pada Kamis (5/6/2026).

>>> Inflasi Tahunan Filipina Melambat ke 6,8% pada Mei 2026

Gita menegaskan bahwa aktivitas pemenuhan volume dagang oleh seluruh perusahaan anggota asosiasi masih berjalan normal tanpa hambatan.

“Ekspor masih berjalan seperti biasanya, karena kita sudah tanya ke anggota kita, tidak ada seperti itu.

Kalau misalnya sifatnya di sana [China] yang bilangnya ditunda, enggak ada sih sejauh ini,” ungkapnya.

Data Ekspor dan Produksi Batu Bara

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengiriman batu bara ke luar negeri sepanjang Januari hingga April 2026 berada di angka 114,54 juta ton, atau mengalami penurunan sebesar 6,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 122,76 juta ton.

Secara nilai, performa ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan 7,27 persen secara tahunan menjadi US$7,57 miliar dari nilai sebelumnya sebesar US$8,17 miliar.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini merinci pendapatan ekspor HS2701 bergerak fluktuatif dari US$1,82 miliar di Januari, US$1,66 miliar di Februari, naik menjadi US$2,03 miliar di Maret, hingga mencapai US$2,1 miliar pada April.

Pasar ekspor komoditas energi andalan Indonesia sepanjang empat bulan pertama tahun ini masih didominasi oleh tiga negara utama, yakni India, China, dan Jepang.

Kementerian ESDM merilis data total produksi batu bara nasional untuk periode Januari sampai April 2026 telah menyentuh 229 juta ton, atau setara dengan 38,2 persen dari target kuota setahun penuh yang berada di kisaran 600 juta ton.

Dari total volume produksi tersebut, sebagian dialokasikan untuk pemenuhan pasar dalam negeri, sementara sebagian besar lainnya dilepas ke pasar internasional.

>>> Saham BBCA Melemah ke Rp 5.425 Akibat Aksi Jual Asing

“Untuk realisasi [hingga April] 2026 ini pada saat ini adalah sebesar 229 juta ton dengan DMO 84 juta ton dan sisanya dilakukan ekspor atau sekitar 145 juta ton,” kata Tri Winarno dalam RDP di Komisi XII DPR pada Selasa (19/5/2026).