Guncangan sentimen diperparah oleh langkah perusahaan Strategy milik Michael Saylor yang menjual sebagian kecil kepemilikan Bitcoin mereka.

Michael Saylor dikenal sebagai pendukung vokal yang sering menyuarakan strategi tidak pernah menjual Bitcoin.

Perusahaan tersebut menjual 32 keping BTC pada akhir Mei lalu. Jumlah itu sangat kecil dibandingkan total kepemilikan Strategy yang mencapai lebih dari 818.000 Bitcoin.

Banyak investor memandang langkah tersebut sebagai sinyal bahwa pendukung besar mulai melakukan penyesuaian portofolio. Hal ini memicu kekhawatiran baru di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Faktor lain yang menekan Bitcoin adalah persaingan dari instrumen investasi alternatif. Sebagian dana investor kini dialihkan ke saham kecerdasan buatan (AI) yang sedang naik daun.

Antusiasme terhadap perusahaan teknologi seperti OpenAI membuat investor lebih memilih sektor AI daripada aset kripto.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong perpindahan dana ke aset aman seperti emas.

Analis memproyeksikan pergerakan Bitcoin ke depan tidak hanya bergantung pada pasar internal kripto.

>>> Biaya Kalibrasi Baterai Motor Listrik Drop Ternyata Cukup Terjangkau

Faktor makroekonomi seperti inflasi, suku bunga bank sentral AS, pertumbuhan ekonomi global, dan tren investasi AI akan ikut menentukan nasib Bitcoin.