Kekhawatiran biaya penggantian baterai menjadi salah satu hambatan bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Namun, tidak semua baterai yang mengalami penurunan performa harus langsung diganti.

Hernest, pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo) di Semplak, Bogor, menjelaskan bahwa pemeriksaan awal sangat penting saat performa baterai lithium menurun.

>>> Telkom Siapkan Anggaran Rp1,2 Triliun untuk Program Pensiun Dini 2026

Jika sel baterai masih bagus, cukup dilakukan kalibrasi atau balancing.

Baterai motor listrik lithium terdiri dari banyak sel kecil. Seiring pemakaian atau karena jarang digunakan, tegangan antar sel bisa tidak seimbang.

Ketidakseimbangan ini menyebabkan baterai cepat drop saat akselerasi.

Proses balancing menyetarakan kapasitas dan arus setiap sel tanpa mengganti fisik baterai. "Prinsipnya baterai harus memiliki kekuatan yang sama untuk mendorong kendaraan.

>>> 5 Zodiak yang Paling Bahagia Hanya karena Kejutan Kecil

Jika hanya tidak seimbang, cukup di-balancing saja," ujar Hernest.

Tindakan kalibrasi ulang ini jauh lebih ekonomis dibanding membeli sel lithium baru yang harganya puluhan hingga ratusan ribu rupiah per sel.

Biaya balancing hanya berkisar Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Biaya tersebut tergantung pada kondisi sambungan pelat (welding) di dalam rangkaian baterai. Jika ada yang copot, perlu dilas ulang.

>>> Rasulullah SAW Ajarkan 4 Amalan Utama untuk Meraih Surga

Dengan biaya terjangkau, pengguna motor listrik bisa menghemat pengeluaran.