PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun untuk program pensiun dini pada tahun 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi perusahaan.

>>> 5 Zodiak yang Paling Bahagia Hanya karena Kejutan Kecil

Manajemen Telkom menyebutkan bahwa sasaran program kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Fokus utama adalah karyawan di level anak usaha, bukan lagi dari holding company.

“Sebagian besar peserta program tersebut kami perkirakan berasal dari karyawan di level anak usaha, bukan lagi dari level holding company seperti yang kami lakukan pada 2025,” ujar Angelo dalam earning calls TLKM, Selasa (2/6/2026).

Sebelumnya, pada kuartal akhir 2025, Telkom telah merealisasikan pemangkasan karyawan di tingkat induk perusahaan. Biaya yang dikeluarkan saat itu sekitar Rp937 miliar dengan 612 karyawan yang mengikuti program.

Dampak terhadap EBITDA dan Rekomendasi Saham

Kebijakan ini diproyeksikan memengaruhi margin EBITDA perseroan dalam jangka pendek.

>>> Rasulullah SAW Ajarkan 4 Amalan Utama untuk Meraih Surga

Margin EBITDA 2026 diperkirakan sebesar 48,7%, dengan pemulihan menjadi 50,0% pada 2027 dan 50,3% pada 2028.

Meskipun ada tekanan operasional, lembaga sekuritas tetap memberikan rekomendasi buy untuk saham Telkom.

Namun, target harga diturunkan menjadi Rp3.750, mencerminkan pemangkasan EBITDA 2026-2028 sebesar 3,7% hingga 5,4%.

>>> Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih Belum Goyahkan Strategi Ekspansi Ritel Modern

Proyeksi tersebut juga mempertimbangkan potensi kenaikan belanja modal akibat depresiasi rupiah dan tambahan belanja untuk implementasi spektrum 5G.