Commerzbank merevisi proyeksi harga emas untuk akhir tahun 2026.

Bank asal Jerman itu menurunkan target dari US$ 5.000 per ons troi menjadi US$ 4.800 per ons troi.

>>> Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola sebagai Pelatih Baru

Meski target diturunkan, emas dinilai masih berpotensi tumbuh.

Harga saat ini di kisaran US$ 4.471,75 per ons troi, sehingga target baru mencerminkan potensi kenaikan sekitar 7-8% hingga akhir 2026.

Penyesuaian ini dipicu oleh ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Kebijakan moneter ketat The Fed diprediksi terus membatasi pergerakan harga emas dalam beberapa bulan ke depan.

Analis komoditas Commerzbank, Carsten Fritsch, menyebut ketegangan geopolitik di Iran telah mengubah proyeksi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.

Investor kini mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS.

Sebelum konflik memanas, pasar memperkirakan The Fed akan memotong suku bunga 50 basis poin tahun ini. Namun, kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak mengubah ekspektasi tersebut.

Pelaku pasar kini memperkirakan suku bunga acuan AS bertahan di level 3,8% pada akhir tahun. Bahkan, proyeksi kenaikan suku bunga mulai diperhitungkan hingga tahun 2027.

Kondisi moneter ini meningkatkan biaya peluang memegang emas. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, laju penguatan harganya menjadi tertahan.

>>> OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7 Persen

Commerzbank menegaskan prospek jangka panjang emas tetap positif.

Tekanan diperkirakan mereda jika ketegangan global menyusut, misalnya dengan dibukanya kembali Selat Hormuz yang bisa menurunkan harga minyak.

Jika harga minyak turun, ekspektasi kenaikan suku bunga tinggi bisa berbalik arah. Hal itu diyakini akan mendorong penguatan harga emas di pasar spot.

Langkah revisi target juga dilakukan lembaga keuangan lain.

UBS memangkas proyeksi emas menjadi US$ 5.500, JP Morgan ke US$ 5.243, dan Morgan Stanley menetapkan batas bawah US$ 4.600 per ons troi.

Commerzbank tidak mengubah proyeksi jangka panjang. Mereka tetap mempertahankan target harga emas mampu menyentuh US$ 5.200 per ons troi pada akhir 2027.

Fritsch menambahkan, sejumlah faktor fundamental kuat akan terus menyokong harga emas.

>>> Telkom Naikkan Dana Buyback Saham Jadi Rp4 Triliun

Faktor itu meliputi tingginya pembelian emas bank sentral global, beban utang pemerintah, dan melemahnya kepercayaan terhadap dolar AS.