OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7 Persen
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam laporan OECD Economic Outlook edisi Juni 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya mencapai 4,7% pada 2026.
>>> Telkom Naikkan Dana Buyback Saham Jadi Rp4 Triliun
Angka ini turun dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,8%. Meski demikian, OECD memprediksi ekonomi Indonesia akan kembali menguat ke 5% pada 2027 setelah tekanan eksternal mereda.
Pelemahan pasar tenaga kerja domestik, ketidakpastian global, dan lonjakan biaya energi menjadi faktor penahan utama. Kondisi ini diperkirakan membebani investasi dan konsumsi rumah tangga.
"Kenaikan biaya energi dan ketidakpastian kebijakan diperkirakan membebani konsumsi dan investasi di tengah melemahnya pasar tenaga kerja," tulis OECD dalam laporan tersebut.
Meskipun melambat, resiliensi ekonomi Indonesia dinilai lebih baik dibanding mayoritas negara berkembang lainnya. Hal ini karena ketergantungan domestik terhadap impor energi dari Timur Tengah relatif rendah.
Performa Awal dan Pelemahan Indikator
Pada awal 2026, Indonesia menunjukkan performa impresif.
Produk domestik bruto (PDB) kuartal I/2026 tumbuh 5,6% secara tahunan, didorong lonjakan belanja pemerintah 21,8% dan permintaan domestik yang kuat.
Pelonggaran kebijakan moneter sepanjang 2025 turut menjaga soliditas investasi dan konsumsi. Namun, momentum pertumbuhan mulai melemah berdasarkan indikator terbaru.
Pada April 2026, volume penjualan ritel turun 1,9% secara tahunan. Tingkat keyakinan konsumen juga melemah, terutama pada ekspektasi ketersediaan lapangan kerja.
Lonjakan harga energi global memicu kenaikan inflasi domestik. OECD memproyeksikan inflasi Indonesia naik ke 3,4% pada 2026, dari 1,9% pada 2025.
Efek domino harga energi global menjadi pemicu utama. Pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk meredam dampak.
Update Terbaru
BEI: Fundamental Emiten Solid Meski IHSG Terkoreksi Tajam
Jumat / 05-06-2026, 07:32 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Pasca Optimisme Perundingan AS dan Iran
Jumat / 05-06-2026, 07:32 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso Sahkan Revisi Aturan E-Commerce
Jumat / 05-06-2026, 07:32 WIB
Andoni Iraola Resmi Latih Liverpool dengan Kontrak hingga 2028
Jumat / 05-06-2026, 07:27 WIB
Bursa Emas Shanghai Catat Penurunan Permintaan Logam Mulia
Jumat / 05-06-2026, 07:27 WIB
Pemerintah Revisi Aturan PMSE demi Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital
Jumat / 05-06-2026, 07:22 WIB
Real Madrid Tunjuk Jose Mourinho untuk Optimalkan Kylian Mbappe
Jumat / 05-06-2026, 07:21 WIB
Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 07:21 WIB
Haier Horizon: Kulkas Pintar dengan Teknologi Antibakteri 99,9% Resmi di Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 07:20 WIB
Renovasi Lantai Rumah Pakai Ubin Granit Butuh Biaya Mulai Rp6 Juta
Jumat / 05-06-2026, 07:20 WIB
Sandy Walsh Raih Treble Bersejarah Bersama Buriram United
Jumat / 05-06-2026, 07:20 WIB
Pemprov Lampung Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan hingga Agustus 2026
Jumat / 05-06-2026, 07:16 WIB
Cara Mendeteksi Kerusakan Baterai Motor Listrik Berdasarkan Jenisnya
Jumat / 05-06-2026, 07:16 WIB
Kenali Gejala Kerusakan Baterai Motor Listrik SLA dan Lithium
Jumat / 05-06-2026, 07:16 WIB






