Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Akibat Tekanan Likuidasi
Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level 61.322 dolar AS pada Jumat (5/6), level terendah dalam empat bulan terakhir.
Tekanan likuidasi massal menjadi pemicu utama pelemahan ini.
>>> IHSG Diprediksi Melemah Lagi, Tertekan Ketidakpastian Domestik dan Global
Data CoinGlass menunjukkan taruhan bullish senilai hampir 4 miliar dolar AS musnah sejak awal pekan, dengan Bitcoin sebagai aset yang mengalami penurunan terbesar.
Kerugian besar harus ditanggung para trader akibat aksi jual yang masif.
Pelemahan ini diperparah oleh arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di bursa AS yang berlangsung selama 13 sesi perdagangan terakhir.
Investor telah menarik dana hampir 4,4 miliar dolar AS dari produk investasi tersebut.
Dampak Penjualan Strategy Inc. dan Pemisahan dari Saham Teknologi
Kepercayaan pasar kripto tergerus oleh aksi penjualan pertama Strategy Inc. sejak 2022.
Perusahaan milik Michael Saylor itu menjual 32 Bitcoin pekan ini, yang meskipun jumlahnya kecil, berdampak besar pada psikologi pasar.
Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered Plc, mengatakan bahwa minggu ini sangat menyakitkan di pasar kripto.
>>> PT Mayora Indah Tbk Targetkan Laba Bersih Tumbuh 17,3% Tahun Ini
Ia menduga aksi beli setelah penjualan akan lebih agresif.
Sementara itu, terjadi pemisahan arah pergerakan antara Bitcoin dan saham teknologi yang justru terus mencetak rekor baru.
Aliran dana investor ritel lebih banyak bergerak ke opsi berjangka pendek saham AI, pasar prediksi, dan stablecoin.
Stephane Ouellette, CEO FRNT Financial Inc., mengatakan bahwa banyak trader ritel yang berharap membeli IPO SpaceX atau IPO AI berikutnya.
Ia meramal kelemahan Bitcoin hari ini didorong oleh investor yang mengumpulkan dana tunai untuk membiayai pembelian, khususnya IPO SpaceX minggu depan.
Ether juga tertekan ke level terendah sejak April 2025 di harga 1.780 dolar AS.
>>> Memahami Makna Ikhlas Beramal Lewat Teks Khutbah Jumat
Nilai Bitcoin sendiri telah menyusut setengahnya dari rekor tertinggi di atas 126.000 dolar AS pada Oktober lalu.
Update Terbaru
BEI: Fundamental Emiten Solid Meski IHSG Terkoreksi Tajam
Jumat / 05-06-2026, 07:32 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Pasca Optimisme Perundingan AS dan Iran
Jumat / 05-06-2026, 07:32 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso Sahkan Revisi Aturan E-Commerce
Jumat / 05-06-2026, 07:32 WIB
Andoni Iraola Resmi Latih Liverpool dengan Kontrak hingga 2028
Jumat / 05-06-2026, 07:27 WIB
Bursa Emas Shanghai Catat Penurunan Permintaan Logam Mulia
Jumat / 05-06-2026, 07:27 WIB
Pemerintah Revisi Aturan PMSE demi Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital
Jumat / 05-06-2026, 07:22 WIB
Real Madrid Tunjuk Jose Mourinho untuk Optimalkan Kylian Mbappe
Jumat / 05-06-2026, 07:21 WIB
Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 07:21 WIB
Haier Horizon: Kulkas Pintar dengan Teknologi Antibakteri 99,9% Resmi di Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 07:20 WIB
Renovasi Lantai Rumah Pakai Ubin Granit Butuh Biaya Mulai Rp6 Juta
Jumat / 05-06-2026, 07:20 WIB
Sandy Walsh Raih Treble Bersejarah Bersama Buriram United
Jumat / 05-06-2026, 07:20 WIB
Pemprov Lampung Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan hingga Agustus 2026
Jumat / 05-06-2026, 07:16 WIB
Cara Mendeteksi Kerusakan Baterai Motor Listrik Berdasarkan Jenisnya
Jumat / 05-06-2026, 07:16 WIB
Kenali Gejala Kerusakan Baterai Motor Listrik SLA dan Lithium
Jumat / 05-06-2026, 07:16 WIB






