Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah arah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di bawah kepemimpinan baru, lembaga ini kini mengutamakan kualitas dan ketepatan sasaran, bukan lagi mengejar jumlah penerima manfaat.

>>> Robot Polantas China Mulai Bertugas di Hangzhou, Tindak 12.000 Pelanggaran

Perubahan strategi ini muncul setelah pimpinan BGN sebelumnya tersandung kasus dugaan korupsi.

Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, mengaku telah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai fokus kerja tahun 2026.

"Tahun 2026 ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," kata Nanik menirukan pernyataannya kepada Presiden.

Langkah evaluasi menyeluruh dinilai penting bagi keberlangsungan MBG. Pembenahan utama meliputi sistem tata kelola, mekanisme pengawasan, dan standarisasi mutu pangan.

BGN berkomitmen agar setiap hidangan memenuhi standar nutrisi dan tepat sasaran. "Kami tidak hanya ingin mengejar angka.

Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang berkualitas," ujar Nanik.

Prioritas operasional ke depan adalah menajamkan sasaran penerima manfaat. Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok rentan akan mendapat alokasi utama.

BGN juga akan meninjau ulang sekolah-sekolah yang sudah menerima bantuan, terutama sekolah dari kategori mampu. "Misalnya nanti akan kita tanya apakah masih perlu MBG?

Nah, ini yang kita alihkan ke 3T," jelas Nanik.

Pengalihan distribusi ini bukan untuk memangkas cakupan program, melainkan meningkatkan efektivitas sumber daya agar tepat sasaran.

>>> Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia Lawan Oman

Langkah Efisiensi Anggaran BGN

Selain fokus pada ketepatan sasaran, efisiensi pengelolaan anggaran menjadi agenda mendesak. Kebijakan ini menyusul pemotongan dana program oleh pemerintah.