"Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan efisiensi anggaran, sehingga meskipun sudah dipotong Rp2 triliun, tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran," kata Nanik.

Penurunan anggaran tidak akan mengorbankan mutu pelayanan gizi. BGN berkomitmen mengawal penggunaan setiap rupiah untuk kepentingan penerima manfaat.

Nanik S Deyang memperkenalkan latar belakangnya sebagai sarjana biologi yang dinilai sejalan dengan tanggung jawab pengelolaan gizi nasional.

"Saya Nanik S Deyang, Sarjana Biologi. Tadinya Wakil Kepala BGN," ujarnya.

Dalam kepemimpinannya, Nanik didampingi dua Wakil Kepala BGN baru yang ditunjuk Presiden Prabowo, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Agustina Arumsari, mantan Wakil Kepala BPKP, bertugas memperkuat pengawasan internal.

"Tugas dari Pak Presiden, beliau akan mengawasi super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN," kata Nanik.

Sementara Mayjen TNI Trenggono ditugaskan memperkuat manajemen dan operasional program di lapangan. Proses pengunduran dirinya dari dinas militer aktif sedang berjalan.

Perombakan pimpinan BGN ini dilakukan setelah Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana.

>>> Blue Blood Stable Bentuk Tim Horseback Archery dan Langsung Dominasi Kejuaraan

Dadan bersama dua mantan wakil pimpinan kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.