Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan di balik penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).

>>> Herawati Buka Peluang Damai dengan Mantan Istri Andre Taulany

Menurut Prasetyo, ada dua pertimbangan utama yang mendasari keputusan tersebut.

Pertama, Nanik dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap operasional lembaga karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo.

Pertimbangan kedua adalah karakter Nanik yang dinilai tegas dan disiplin, terutama dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aspek manajemen dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur menjadi poin penting yang melekat pada dirinya.

>>> Timnas Indonesia Targetkan Akhiri Rekor Buruk 38 Tahun Lawan Oman

"Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," jelas Prasetyo.

Secara administratif hukum, kepemimpinan Nanik sudah sah sejak Keputusan Presiden ditetapkan. Namun, ia diminta untuk fokus melakukan pembenahan internal terlebih dahulu sebelum pelaksanaan seremonial pelantikan.

"Kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita.

Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan," pungkas Prasetyo.

>>> Dreame Gandeng Cristiano Ronaldo, Luncurkan Tiga Produk Smart Home

Pelantikan resmi bagi pimpinan baru Badan Gizi Nasional dijadwalkan berlangsung pada minggu depan.