Ibrahima Konate menjalani musim yang sulit bersama Liverpool pada 2025/2026. Performanya menurun drastis dan banyak disorot.

Bek asal Prancis itu mengaku kehilangan fokus karena duka bertubi-tubi. Ia kehilangan rekan setim Diogo Jota dan sang ayah dalam waktu berdekatan.

>>> Kemenag Lantik 15 Perempuan sebagai Kepala KUA Pertama di Indonesia

Kematian Diogo Jota dan Sang Ayah

Konate mengungkapkan bahwa kematian Jota pada musim panas lalu sangat memukulnya. "Bahkan masih sulit mempercayainya sekarang.

Lokernya masih di sana di ruang ganti," ujarnya kepada Liverpool Echo.

Ia menambahkan bahwa Jota adalah tetangganya dan mereka sering menghabiskan waktu bersama. "Dia orang terakhir yang akan dipilih siapapun untuk mengalaminya," kenang Konate.

Belum pulih dari kehilangan Jota, Konate kembali mendapat cobaan. Sang ayah, Hamady, meninggal dunia pada Januari lalu.

"Di awal musim, ayah saya dirawat di rumah sakit selama beberapa pekan. Saya tak tahu harus bagaimana, apakah pulang atau terus bermain," ungkap Konate.

>>> Timnas Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19

Ia mengaku menyimpan semua kesedihannya sendirian. "Saya tak tahu harus berbicara dengan siapa.

Saran saya, bicaralah dengan orang sekitar jika terpuruk. Itu bisa membantu," pesannya.

Penurunan performa Konate terlihat dari meningkatnya kesalahan individual. Mulai dari penempatan posisi, pengambilan keputusan, hingga hilangnya fokus.

Padahal musim sebelumnya ia tampil solid bersama Virgil van Dijk. Namun musim lalu Liverpool sebagai tim juga menurun drastis setelah juara.

>>> Kemenhaj Fokus Tingkatkan Layanan Haji Usai Indonesia Tak Raih Penghargaan

Konate dipastikan akan meninggalkan Liverpool akhir Juni ini. Ia mengakui ada persoalan luar lapangan yang mengganggu konsentrasinya.