Persib Bandung kembali mencatatkan sejarah di kancah sepak bola nasional. Tim berjuluk Maung Bandung itu sukses mengamankan gelar BRI Super League musim 2025/2026.

Keberhasilan ini membuat Persib meraih hattrick juara dalam tiga musim berturut-turut. Pencapaian itu terbilang langka dalam kompetisi domestik Indonesia.

>>> Port FC Amankan Jasa Bruno Moreira, Winger Produktif Eks Persebaya

Konsistensi performa tim tetap terjaga di bawah kendali pelatih Bojan Hodak. Persib mampu tampil kompetitif sepanjang musim meskipun persaingan ketat.

Pengamat sepak bola nasional Tommy Welly, yang akrab disapa Towel, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut kematangan tim dan peran Bojan Hodak sebagai faktor kunci.

"Buat gue sih kematangan. Kematangan Persib sebagai klub besar di Indonesia.

Faktor Bojan Hodak yang gua lihat. Jadi tidak semata-mata soal individu karena secara persaingan kan ketat banget sama Borneo," ujar Towel.

Ia menambahkan bahwa catatan tiga gelar beruntun merupakan pencapaian fenomenal. "Fenomenalnya betul, fenomenal hattrick.

Sulitlah di kita ini kan. Dalam sejarah sepak bola kita, terutama sejak bergulir Liga Indonesia," lanjutnya.

Meski sukses di level domestik, tantangan besar menanti pada musim depan. Persib dijadwalkan kembali bersaing di AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.

Pada musim lalu, langkah Maung Bandung terhenti di perempat final setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC asal Thailand.

Towel mengingatkan bahwa indikator penilaian untuk Persib kini harus ditingkatkan. Sebagai tim yang merajai kompetisi domestik, klub sudah waktunya menunjukkan kapabilitas di Asia.

"Kalau kita bicara di Super League, cara kita menganalisis, cara kita mengomentari Persib kan harusnya beda. Persib harus naikin level," katanya.