Kecerdasan buatan atau AI telah menjadi bagian dari rutinitas kerja jutaan orang di seluruh dunia. Mulai dari menulis, merangkum, hingga mengambil keputusan, semua bisa dibantu oleh teknologi ini.

Namun, sejumlah penelitian memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI justru berdampak negatif pada kemampuan kognitif manusia. Berpikir kritis, kreativitas, daya ingat, dan rentang perhatian disebut-sebut bisa menurun.

in1

>>> Raffi Ahmad Jalani Operasi Benjolan Bahu, Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Penyerahan Kognitif dan Efek Google

Menurut Adam Green, profesor neurosains dari Georgetown University, jika seseorang tidak lagi aktif berpikir, kemampuan berpikirnya akan mengalami kemunduran.

Hal ini serupa dengan fenomena penggunaan GPS yang terbukti melemahkan kemampuan membangun peta mental.

Fenomena serupa juga terjadi pada mesin pencari, dikenal sebagai 'Google Effect'. Otak cenderung tidak menyimpan informasi karena dianggap mudah ditemukan kembali secara daring.

Para peneliti dari University of Pennsylvania menyebut kondisi ini sebagai 'cognitive surrender' atau penyerahan kognitif.

Pengguna AI yang intensif cenderung lebih mempercayai jawaban AI dibanding intuisi sendiri, bahkan saat AI salah.

>>> Google Rilis Fitur Fake Call Detection untuk Tangkal Penipuan AI

Namun, hal ini bukan berarti kita harus berhenti menggunakan AI. Para ahli menyarankan beberapa langkah agar AI tetap membantu tanpa melemahkan fungsi otak.

Pertama, jangan langsung mempercayai output AI. Bentuklah pandangan awal sendiri sebelum membuka aplikasi, sehingga AI berfungsi sebagai penguji perspektif, bukan pengambil keputusan.

Kedua, tetap mencatat poin penting secara manual, terutama dengan tulisan tangan. Ini terbukti efektif membantu ingatan.

Pengguna juga bisa meminta AI membuat kuis untuk memicu proses kognitif aktif.

Untuk tugas kreatif, tulis ide kasar secara mandiri terlebih dahulu. AI cenderung menghasilkan ide yang mudah ditebak, sehingga orisinalitas bisa hilang jika terlalu bergantung.

>>> ASUS dan ROG Luncurkan Monitor Premium Terbaru di Computex 2026

Jared Benge, neuropsikolog dari University of Texas di Austin, mengibaratkan AI seperti kendaraan bermotor. Kendaraan tidak membuat manusia berhenti berlari maraton, selama kita memilih untuk tetap melibatkan otak.