Mark Pincus, pendiri Zynga, menilai banyak pengembang game terjebak dalam gengsi sehingga enggan belajar dari kesuksesan orang lain.

Menurutnya, meniru secara legal dan kemudian meningkatkannya adalah strategi yang sah dan efektif.

>>> Penjualan Game First-Party Sony Anjlok, Kegagalan Live-Service Jadi Sorotan

Dalam buku terbarunya berjudul “Life at the Speed of Play”, Pincus memperkenalkan filosofi pengembangan produk yang dinamakan “Proven Better New”.

Filosofi ini menjadi pilar penting dalam perjalanan bisnis Zynga selama ini.

Tiga Langkah Proven Better New

Tahap pertama adalah mengambil elemen yang sudah terbukti disukai pemain (Proven). Kemudian, pengembang bertugas meningkatkan kualitas elemen tersebut agar lebih baik (Better).

Pada tahap akhir, developer menyuntikkan inovasi yang benar-benar baru (New). Pincus memandang fase inovasi sebagai bagian paling berisiko, sehingga proses pengujiannya harus dilakukan secara terpisah.

Ia menegaskan bahwa meniru formula yang sudah berhasil bukanlah masalah selama kreator mampu memberikan peningkatan serta inovasi yang bernilai bagi pemain.

Faktor terpenting bukan siapa yang pertama, melainkan siapa yang menyajikan pengalaman bermain lebih berkualitas.

>>> Bocoran Baru Persona 6: Logo Hijau Beredar, Jadwal Rilis September 2027?

Penerapan konsep ini terlihat pada Zynga Poker.

Game tersebut mengambil mekanisme dasar poker daring yang sudah populer, lalu memodifikasinya dengan menghapus sistem unduh aplikasi dan mengintegrasikan profil asli pemain lewat Facebook.

Contoh lain adalah hubungan antara FarmVille dan Hay Day. Hay Day dinilai sebagai versi mobile dari FarmVille dengan kemiripan elemen visual.

Pincus tidak menganggap kemiripan itu sebagai masalah, melainkan bukti keberhasilan formula produk yang ia maksud.

Zynga sendiri mengakui pernah mengambil inspirasi dari karya lain saat merancang berbagai judul game.

>>> Kode Redeem Blox Fruits Juni 2026: Klaim EXP Gratis dan Reset Stat

Bagi Pincus, ekosistem industri game tumbuh melalui proses saling mengadopsi, mematangkan, dan mengembangkan ide yang sudah eksis.