Fosil yang selama lebih dari 150 tahun tersimpan di Natural History Museum London akhirnya teridentifikasi sebagai spesies kalajengking purba terbesar di dunia.

Spesimen bernama Praearcturus gigas ini berasal dari periode Devon Awal, sekitar 415 juta tahun lalu. Awalnya, pada tahun 1871, fosil tersebut dideskripsikan sebagai krustasea raksasa mirip kutu kayu.

>>> Google Rilis Fitur Fake Call Detection untuk Tangkal Penipuan AI

Identifikasi keliru itu bertahan karena kondisi fosil yang hanya berupa serpihan. Para ahli kesulitan menyusun gambaran utuh hewan purba tersebut.

Identifikasi Berkat Teknologi Modern

Penemuan fosil baru dengan pengawetan lebih baik mendorong penelitian ulang. Tim ilmuwan menggunakan tomografi sinar-X untuk mengamati struktur tubuh secara detail.

Hasil pemindaian menunjukkan fitur khas kalajengking, terutama pada bagian capit. Capit raksasa itu terdiri dari lengan diam dan lengan bergerak yang panjangnya mencapai lebih dari 76 milimeter.

Selain itu, tubuhnya memiliki ekstensi menyerupai sayap di sepanjang ruas perut. Dari analisis tersebut, diperkirakan panjang total Praearcturus gigas mencapai sekitar satu meter.

Ukuran sebesar itu memunculkan pertanyaan tentang habitatnya.

Dr. Richie Howard dari NHM London mengaku bingung karena kalajengking biasanya predator darat, tetapi hewan ini jauh lebih besar dari hewan darat lain di zamannya.

>>> ASUS dan ROG Luncurkan Monitor Premium Terbaru di Computex 2026

Para peneliti menduga Praearcturus gigas adalah hewan amfibi yang mampu berburu di darat dan air.

Howard menyatakan bahwa meskipun ada predator air besar lain pada periode Devon Awal, Praearcturus adalah yang terbesar yang pernah ia lihat dari formasi asalnya.

Ia yakin makhluk ini merupakan predator puncak di ekosistemnya.

Identifikasi ini juga mengubah garis waktu artropoda raksasa, karena Praearcturus gigas muncul 50 juta tahun lebih awal daripada Arthropleura, kaki seribu purba seukuran mobil.

Fosil tersebut telah berada di Museum London sejak abad ke-19. Kini, dengan bantuan teknologi modern, statusnya sebagai kalajengking terbesar sepanjang masa akhirnya terungkap.

>>> Google Luncurkan Gemini Go untuk Ponsel Android Spesifikasi Rendah

Penemuan ini menunjukkan pentingnya koleksi museum dalam mengungkap misteri kehidupan purba. Sebagai perbandingan, Inggris saat ini hanya dihuni satu spesies kalajengking invasif di Kent.