Bahkan ketika dikembalikan ke posisi aslinya di sektor sayap kiri, ledakan kecepatan yang dulu menjadi senjata mematikan Leao seolah menghilang.

Kondisi fisik dan motivasi yang menurun ini membuat kontribusi nyata bagi AC Milan semakin minim di setiap pekannya.

Capello secara gamblang menyebutkan bahwa Leao telah kehilangan ambisi untuk terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik.

Ketidakmampuan Leao dalam menentukan hasil akhir pertandingan kini menjadi beban tersendiri bagi skema permainan tim secara keseluruhan.

Ringkasan perbandingan performa Rafael Leao berdasarkan pandangan Fabio Capello:

Aspek Performa - Masa Keemasan (2021/2022) vs Kondisi Saat Ini (2025/2026): Kecepatan: luar biasa dan tidak terbendung vs mulai melambat dan mudah diantisipasi.

Kontribusi Gol: sangat menentukan hasil pertandingan vs jarang memberikan dampak yang signifikan. Posisi Bermain: sangat dominan di sektor sayap kiri vs tampak kebingungan di posisi hibrida.

Motivasi: memiliki keinginan kuat untuk juara vs cenderung ingin mencari peluang hengkang.

Penurunan di berbagai aspek fundamental sepak bola tersebut membuat nilai tawar sang pemain diprediksi akan semakin turun jika terus dipertahankan.

Selain faktor di lapangan, isu mengenai keinginan hengkang sang pemain juga menjadi faktor penting yang disoroti oleh Capello.

Ia merasa ada pihak luar yang terus menggoda sang winger dengan tawaran dari klub-klub besar Eropa lainnya.

Dengan usia yang kini menginjak 27 tahun, Leao mungkin merasa bahwa jendela transfer ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mendapatkan kontrak besar.

Namun bagi AC Milan, melepaskan pemain dengan gaji tinggi yang performanya menurun adalah langkah bisnis yang dianggap sangat masuk akal.

Pernyataan Capello ini seolah menjadi pengingat bagi manajemen Milan untuk segera mengambil langkah strategis di bursa transfer.

>>> AAJI: Bancassurance Dominasi Premi Asuransi Jiwa Kuartal I-2026

Apakah mereka akan tetap mempertahankan sang pemain atau mengikuti saran sang legenda untuk melakukan penyegaran di lini serang masih menjadi tanda tanya besar bagi para pendukung setia Rossoneri.