Kendala Lokasi dan Pendapatan

Ghina Nanda, warga Depok yang bekerja di Jakarta, menilai pendapatan standar UMR sangat sulit digunakan untuk membeli rumah.

Beberapa kendala utama yang dihadapi generasi muda antara lain:

  • Lokasi rumah subsidi terlalu jauh dari pusat kota dan area perkantoran.
  • Biaya transportasi membengkak akibat jarak tempuh hunian yang jauh.
  • Kenaikan harga properti di wilayah penyangga seperti Depok sudah menembus miliaran rupiah.
  • Risiko kelelahan fisik karena terlalu banyak waktu di perjalanan setiap hari.

Rumah murah yang tersedia sering tidak didukung akses transportasi memadai. Hal ini membuat skema rumah subsidi kurang efektif bagi pekerja dengan mobilitas tinggi di pusat kota.

Kesenjangan Upah dan Harga Properti

Doni, warga Jakarta Utara, menyoroti kenaikan upah pekerja tidak mampu mengejar pertumbuhan harga properti. Menurutnya, standar UMR lebih cocok untuk pekerja lajang ketimbang yang sudah berkeluarga.

Bagi banyak milenial, tantangan sesungguhnya bukan lagi niat, melainkan daya beli yang terus tergerus. Biaya hidup yang tinggi memaksa mereka mencari alternatif lain demi bertahan secara finansial.

Pada akhirnya, banyak generasi muda yang terpaksa mengambil jalan tengah.

>>> Erin Protes ke DPR karena Tak Diundang RDP, Kuasa Hukum Beberkan Alasan

Mereka memilih tetap tinggal bersama orang tua lebih lama, mengontrak di lokasi strategis, atau mencari hunian di wilayah sangat terpencil.