Organisasi otonom perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah, merelevansikan makna dakwah agar tidak terbatas pada ceramah mimbar. Kepedulian di sektor pendidikan, kesehatan keluarga, dan bantuan sosial menjadi wujud kehadiran organisasi ini.

Komitmen memperluas pilar dakwah kemanusiaan mengemuka dalam peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di Banyuwangi. Organisasi ini berikhtiar membumikan nilai-nilai Islam agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat.

>>> Nadiem Klaim Hemat Anggaran Rp3,9 T, Jaksa: Tak Ada Bukti

Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarramah, menegaskan gerakan kemanusiaan tidak boleh sekadar slogan. Implementasi nyata harus terus digulirkan untuk menjawab persoalan riil di masyarakat.

“Dakwah kemanusiaan yang diusung Aisyiyah harus diwujudkan dalam langkah konkret, mulai dari penguatan pendidikan, kesehatan keluarga, dan aksi sosial lainnya,” ujarnya.

Pelaksanaan program kerja dari pusat hingga cabang menjadi instrumen merawat konsistensi gerakan. Di Banyuwangi, agenda sosial dikemas melalui aksi kepedulian berkala untuk menjaga gotong royong.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyuwangi, Laili Dwi Damayanti, menyebut program tersebut sebagai bentuk nyata dakwah kemanusiaan. Aisyiyah ingin terus memperkuat langkah riil dan semangat kepedulian.

>>> Reaktivasi Bandara Adisutjipto: Pengamat Soroti Kendala Serius

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Nilai keagamaan dinilai universal dan inklusif saat memberikan dampak positif bagi sesama.

“Nilai-nilai luhur keislaman harus dirasakan seluruh umat manusia tanpa sekat,” kata Ipuk.

Rekam jejak Aisyiyah selama lebih dari seabad menegaskan posisinya sebagai gerakan perempuan Islam yang konsisten di pelayanan sosial.

>>> Dugaan Korupsi di BGN Guncang Program MBG 2026, Publik Soroti Aliran Dana

Melalui reorientasi dakwah kemanusiaan, ajaran agama bertransformasi menjadi tindakan konkret yang membawa kemaslahatan.