>>> Gaji ke-13 Pensiunan 2026 Cair Cepat, TASPEN: 99 Persen Langsung Masuk Rekening

Berbeda dengan penerbitan saham, investor baru biasanya menuntut hak atas pendapatan, sedangkan dalam leaseback hubungan hanya antara penyewa dan pemilik aset.

Berikut perbandingan antara leaseback dan pinjaman konvensional:

  • Status kepemilikan: pada leaseback berpindah ke pembeli, pada pinjaman tetap milik perusahaan dengan agunan.
  • Dampak pada neraca: leaseback meningkatkan kas tanpa utang, pinjaman meningkatkan kas namun menambah liabilitas.
  • Penggunaan aset: keduanya tetap bisa digunakan, namun pada pinjaman tergantung kelancaran cicilan.
  • Beban biaya: leaseback berupa biaya sewa tetap, pinjaman berupa cicilan pokok dan bunga bank.

Leaseback memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan yang ingin menjaga rasio utang tetap sehat di mata investor.

Ilustrasi Nyata di Sektor Perbankan

Contoh nyata adalah fasilitas brankas penyimpanan (safe deposit box) di bank komersial. Awalnya bank membangun dan memiliki fasilitas tersebut sebagai aset tetap.

Dalam strategi keuangan, bank bisa menjual brankas itu kepada perusahaan leasing dengan harga pasar yang kompetitif, biasanya lebih tinggi dari nilai buku.

Setelah transaksi, perusahaan leasing menyewakan kembali brankas tersebut kepada bank melalui kontrak jangka panjang. Bank tetap bisa memberikan layanan penyimpanan kepada nasabah tanpa gangguan operasional.

Keuntungan Bagi Penjual dan Pembeli

Bagi penjual atau penyewa, leaseback membuka peluang penghematan pajak dari biaya sewa. Dana segar bisa digunakan untuk ekspansi dan memitigasi risiko penurunan nilai aset.

>>> Relaksasi Lapor SPT Tahunan 2026 Belum Ampuh, Tingkat Kepatuhan Masih Rendah

Bagi pembeli atau pemberi sewa, skema ini memberikan kepastian investasi melalui kontrak sewa jangka panjang. Mereka mendapatkan imbal hasil stabil dan sumber pendapatan rutin yang terjamin.