Secara tahunan (YoY), inflasi tercatat 3,08 persen. Inflasi tahun kalender mencapai 1,35 persen.

Deputi Badan Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan indeks harga konsumen meningkat dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,12 persen.

Komoditas dominan antara lain cabai merah (0,08 persen), minyak goreng dan bawang merah (masing-masing 0,04 persen), tomat (0,03 persen), serta beras (0,02 persen).

Sektor energi dan transportasi juga turut mendorong inflasi.

Bahan bakar rumah tangga menyumbang 0,03 persen, sementara bensin dan tarif angkutan udara masing-masing 0,02 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas mencatat deflasi. Daging ayam ras dan emas perhiasan masing-masing memberikan andil deflasi 0,06 persen.

>>> Erick Thohir Dukung John Herdman Orbitkan Pemain Muda di Timnas Indonesia

Telur ayam ras menyumbang deflasi 0,05 persen.