Penyakit jantung yang selama ini dianggap masalah kesehatan lansia kini mulai bergeser ke kelompok usia lebih muda.

Para ahli mencatat peningkatan kasus gangguan jantung signifikan pada orang di bawah 30 tahun.

>>> Apakah Durian Picu Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik, Teguh Triyono, mengungkapkan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia.

Namun, tren serangan jantung kini banyak ditemukan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.

Teguh menjelaskan fenomena ini dalam acara LabTalk Indonesia bertajuk Powering The Future of Smart Laboratories.

Ia menekankan bahwa saat ini sudah bukan hal aneh menemukan pasien serangan jantung yang belum menginjak usia 30 tahun.

Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda

Perubahan gaya hidup masyarakat modern menjadi pemicu utama meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular sejak dini.

Kebiasaan kurang bergerak atau gaya hidup sedenter kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan jantung generasi muda.

Kemudahan teknologi seperti layanan pesan antar makanan daring dan penggunaan kendaraan untuk jarak dekat meminimalkan aktivitas fisik.

Konsumsi makanan cepat saji yang tidak terkontrol memperburuk kondisi pembuluh darah di usia produktif.

Kerusakan pada pembuluh darah dapat berdampak fatal pada berbagai organ vital. Jika penyumbatan terjadi di jantung, serangan jantung tidak dapat dihindari.

Jika terjadi pada pembuluh darah menuju otak, pasien berisiko stroke. Kerusakan juga bisa menjalar ke ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal kronis.

Pentingnya Deteksi Dini

Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah krusial untuk mendeteksi ancaman penyakit sebelum gejala muncul. Deteksi dini membantu individu mengetahui kondisi kesehatan pembuluh darah mereka lebih awal.