Waspada Modus Baru Penipuan Online 2026, Pelaku Ubah QR Code Jadi Karakter Teks
Penjahat siber terus mengembangkan modus penipuan baru. Setelah memanfaatkan gambar untuk menyembunyikan tautan berbahaya, kini mereka menggunakan kode QR berbasis karakter teks atau ASCII.
Temuan dari perusahaan keamanan Kaspersky menunjukkan teknik ini lebih sulit dideteksi. Pelaku beralih dari format gambar ke teks agar lolos dari pemindaian otomatis.
>>> Sejarah Piala Dunia 1982: Ekspansi Peserta dan Drama Mengejutkan di Spanyol
Lonjakan Serangan Phishing
Berdasarkan data Kaspersky, serangan phishing berbasis kode QR meningkat lima kali lipat pada paruh kedua 2025. Modus ini menjadi perhatian serius karena tidak lagi menggunakan gambar konvensional.
Pelaku menyusun kode QR dari rangkaian simbol teks. Sistem keamanan email yang mengandalkan pemindaian gambar sering menganggapnya sebagai pesan biasa.
Teknik ini mengadopsi konsep grafik ASCII dari era komputer awal. Dahulu, metode ini digunakan saat perangkat belum bisa menampilkan gambar utuh.
Cara Kerja Penipuan
Korban biasanya menerima email yang terlihat resmi, seolah dari mitra bisnis. Email tersebut mengklaim berisi dokumen rahasia yang memerlukan tanda tangan digital melalui layanan seperti DocuSign.
Korban diminta memindai kode QR teks untuk mengakses dokumen. Setelah dipindai, pengguna diarahkan ke situs palsu yang dirancang mencuri data perusahaan.
>>> Liverpool Pilih Andoni Iraola, Jamie Carragher Beri Reaksi Mengejutkan: Mengkhawatirkan
Pakar Anti-Spam Kaspersky, Roman Dedenok, menjelaskan bahwa tren ini merupakan upaya pelarian dari teknologi pemindaian tautan. Penggunaan kode QR berbasis teks hampir selalu menjadi indikasi phishing.
Dedenok memperingatkan bahwa permintaan kredensial perusahaan melalui perangkat seluler setelah memindai QR code harus dicurigai. Trik ini bertujuan melewati teknologi keamanan yang ada.
Langkah Pencegahan
Kaspersky menyarankan perusahaan meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan email yang dinamis. Edukasi karyawan menjadi kunci utama mengenali komunikasi mencurigakan.
Penggunaan solusi keamanan email komprehensif sangat diperlukan. Sistem harus mampu mendeteksi spam, phishing, hingga kompromi email bisnis (BEC).
Kode QR sudah menjadi bagian aktivitas digital harian. Pengguna harus selalu verifikasi sumber pengirim email sebelum menindaklanjuti instruksi di dalamnya.
>>> Fajar/Fikri Ungkap Penyebab Mengejutkan Gagal di Indonesia Open 2026
Jangan pernah membagikan informasi sensitif atau kredensial akun melalui tautan dari pemindaian QR code yang meragukan. Keamanan data perusahaan bergantung pada ketelitian individu.
Update Terbaru
Media Sosial Tak Sekadar Hiburan, Kini Jadi Inspirasi Gaya Hidup
Minggu / 19-07-2026, 14:47 WIB
Gaya Pacaran 12 Zodiak: Siapa yang Paling Romantis?
Minggu / 19-07-2026, 14:47 WIB
Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO
Minggu / 19-07-2026, 14:47 WIB
Produk Musim Panas untuk Menjaga Hewan Peliharaan Tetap Sejuk
Minggu / 19-07-2026, 14:41 WIB
Jarron Collins: Penghargaan ESPYs untuk Jason Sangat Mengharukan
Minggu / 19-07-2026, 14:40 WIB
Kai Cenat Digugat Peserta Acara Streamer University yang Klaim Hampir Alami Heatstroke
Minggu / 19-07-2026, 14:40 WIB
6 Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan Akibat Grup WA Pelecehan Dosen
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
5 Modus Penipuan QRIS Palsu dan Cara Menghindarinya
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
Profil Amanda Rigby Sosok yang Diduga Resmi Menikah dengan Andre Taulany, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Siapa Juara?
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
Biji Apel Mengandung Sianida, Amankah Jika Tertelan?
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal Balistik, Serangan Terbesar Sejak Invasi
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
Ledakan Terdengar di Iran Saat AS Umumkan Serangan Bertubi-tubi
Minggu / 19-07-2026, 14:35 WIB
The Odyssey Tayang Sampai Kapan di Bioskop? Simak Jadwal, Sinopsis, dan Fakta Epik Film Terbaru Christopher Nolan 2026
Minggu / 19-07-2026, 14:34 WIB







