Jack Ma, pendiri Alibaba, mengungkapkan bahwa kebanggaan terbesarnya bukanlah perusahaan raksasa yang ia dirikan. Ia justru merasa pencapaian terpenting dalam hidupnya adalah mempersunting istrinya, Zhang Ying.

Menurut Ma, Zhang adalah sosok yang selalu mendukung penuh perjuangannya sejak awal. Kepercayaan sang istri tetap kuat bahkan saat banyak orang meragukan visi Ma.

>>> Uzbekistan Siap Menggebrak, Konsistensi Jadi Modal Menuju Piala Dunia 2026

Awal Mula Pertemuan

Kisah cinta mereka dimulai pada awal 1980-an di Hangzhou Normal University. Saat itu, Zhang Ying dikenal sebagai mahasiswi berprestasi dengan kecerdasan dan penampilan menonjol.

Zhang memiliki banyak pengagum, sementara Jack Ma merasa dirinya hanya mahasiswa biasa. Namun, Ma sangat mengagumi kepribadian Zhang yang bijaksana.

Ma sempat ditolak saat mendekati Zhang, tetapi ia tidak menyerah. Ia meyakinkan Zhang bahwa kecerdasan pria sering berbanding terbalik dengan ketampanan fisik.

Keberanian dan kemampuan bahasa Inggris Ma yang luar biasa akhirnya menarik perhatian Zhang. Ia mengakui Ma mampu melakukan hal-hal hebat yang tidak bisa dilakukan pria tampan lainnya.

Dukungan Penuh untuk Alibaba

Pasangan ini menikah pada 1988, saat keduanya menjadi guru bahasa Inggris. Ketika Ma berhenti mengajar pada 1995 untuk berbisnis, Zhang mendukung penuh tanpa ragu.

Ia bahkan memberikan seluruh tabungan keluarga untuk modal bisnis pertama Ma, China Pages, meski sempat dituduh penipuan. Kesetiaan Zhang kembali teruji saat Alibaba didirikan pada 1999.

>>> Barcelona Semakin Dekat Permanenkan Joao Cancelo dengan Harga Diskon

Berikut peran krusial Zhang Ying di awal Alibaba:

  • Mengelola seluruh operasional administrasi dan logistik sejak hari pertama.
  • Bertanggung jawab atas penggajian staf dan penyediaan konsumsi bagi tim pendiri.
  • Menjadi motivator utama atau 'komisaris politik' di masa sulit.
  • Memberikan rasa aman dan stabilitas emosional bagi suami dan rekan kerja.