Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Indeks jatuh ke level 5.941, meninggalkan level psikologis 6.000.

IHSG ditutup turun 254,36 poin atau 4,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan jual terjadi di hampir seluruh sektor.

>>> Pemerintah Cairkan Rp24 Triliun untuk Gaji Ke-13 ASN 2026

Nilai transaksi tercatat sangat tinggi, mencapai Rp25,21 triliun. Sebanyak 40,06 miliar lembar saham berpindah tangan sepanjang hari ini.

Mayoritas Saham Terkoreksi

Sebanyak 692 saham tercatat melemah, sementara hanya 69 saham yang menguat. Terdapat 54 saham yang stagnan.

Dominasi saham merah ini menjadi pemicu utama ambruknya IHSG ke bawah 6.000. Sentimen negatif melanda lantai bursa secara masif.

Kinerja Sektor dan Bursa Global

Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia terkoreksi. Sektor barang baku menjadi yang terparah dengan penurunan 9,31 persen.

>>> Libur Sekolah Semester Genap 2026 Berlangsung 16 Hari, Ini Jadwal dan Pilihan Wisata di Jakarta

Di Asia, Nikkei 225 Jepang naik 2,50 persen, Straits Times Singapura naik 0,73 persen, dan Shanghai Composite China naik 0,22 persen.

Namun, Hang Seng Hong Kong turun 1,56 persen.

Bursa Eropa juga melemah: DAX Jerman turun 0,69 persen dan FTSE 100 Inggris turun 0,20 persen.

Sementara itu, Dow Jones AS naik 0,45 persen dan S&P 500 naik 0,13 persen.

>>> IHSG Anjlok 4,11% ke Level Terendah Lima Tahun, Mayoritas Saham Merah

Penurunan IHSG yang dalam menjadi perhatian investor. Pasar tetap dinamis seiring fluktuasi ekonomi global yang memengaruhi pergerakan modal di pasar berkembang.