Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat tajam dan menekan nilai tukar mata uang berkembang lainnya.

Josua juga menyoroti melemahnya daya tahan neraca perdagangan Indonesia sebagai pemicu utama dari sisi domestik.

Surplus perdagangan pada April 2026 tercatat hanya sebesar US$90 juta, turun drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$3,32 miliar.

Secara kumulatif, surplus perdagangan periode Januari hingga April 2026 mengalami penyusutan menjadi US$5,64 miliar dari periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini mengakibatkan pasokan valuta asing dari hasil perdagangan barang menjadi semakin tipis di pasar lokal.

Kebutuhan dolar kian melonjak seiring tingginya aktivitas impor untuk keperluan bahan baku, energi, dan barang modal.

Sayangnya, tambahan devisa dari sektor ekspor tidak cukup kuat untuk menjaga keseimbangan pasar nilai tukar saat ini.

Langkah Nyata Masyarakat dalam Mendukung Rupiah

Menghadapi situasi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam menjaga stabilitas nilai tukar nasional.

Masyarakat dapat berkontribusi melalui tindakan sederhana yang berdampak langsung pada penguatan mata uang Garuda.

Upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu stabilitas rupiah antara lain adalah:

  • Memprioritaskan Produk Lokal: Mengurangi pembelian barang impor secara otomatis akan menekan permintaan terhadap mata uang asing. Semakin banyak konsumsi produk dalam negeri, maka tekanan terhadap rupiah akibat aktivitas impor akan semakin berkurang.
  • Berinvestasi di Instrumen Domestik: Melemahnya rupiah bukan berarti peluang investasi tertutup bagi masyarakat. Investasi pada Surat Utang Negara (SUN) atau Obligasi Negara Ritel (ORI) bisa menjadi pilihan karena memiliki profil risiko yang relatif rendah.
  • Memanfaatkan Layanan Perbankan Syariah: Sektor ini dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin menghindari dampak fluktuasi suku bunga. Sistem kesepakatan harga atau murabahah membuat hasil investasi lebih stabil dan terukur di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
  • Menghindari Spekulasi Valuta Asing: Masyarakat diminta tidak ikut-ikutan menimbun dolar hanya demi mencari keuntungan jangka pendek. Sebaliknya, menukarkan simpanan dolar kembali ke rupiah justru sangat membantu pemerintah dalam memulihkan kondisi perekonomian nasional.

Langkah-langkah di atas diharapkan dapat menjaga likuiditas rupiah di pasar domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

>>> 6 Pemain Wajib Direkrut MU demi Juara Liga Champions 2026

Kesadaran kolektif untuk mencintai rupiah menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang terus berlanjut.