Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan izin bagi perguruan tinggi untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kebijakan ini diharapkan mendukung program penguatan gizi nasional melalui peran aktif institusi pendidikan.

>>> Alasan Timnas U-19 Timor Leste Tiba Lebih Awal di Medan Terungkap

Teaching Factory dan Riset Mahasiswa

Menurut Brian, SPPG di kampus idealnya difungsikan sebagai wadah teaching factory.

Mahasiswa dapat melakukan praktik langsung dan riset mendalam terkait pemenuhan gizi.

Pemerintah ingin perguruan tinggi menjadi bagian dari solusi atas tantangan nasional.

Beberapa tujuan utama pembentukan SPPG di lingkungan kampus antara lain:

  • Menjadi pusat praktik kerja lapangan bagi mahasiswa jurusan gizi dan kesehatan.
  • Berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk meneliti efektivitas program pemenuhan gizi nasional.
  • Memungkinkan pasokan bahan pangan atau operasional dikelola secara mandiri oleh sivitas akademika.
  • Membantu pemerintah dalam pemantauan jangka panjang terhadap angka stunting di Indonesia.

Universitas Hasanuddin (Unhas) dan IPB University termasuk kampus yang sudah mulai menerapkan konsep serupa.

Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menghasilkan data ilmiah yang valid.

Tidak Ada Kewajiban Membangun Dapur

Brian menegaskan bahwa kementerian tidak mengeluarkan instruksi wajib bagi semua kampus untuk membangun dapur SPPG.

>>> Veda Ega Pratama Tembus 5 Besar Klasemen Moto3 2026, Satu-satunya Non-Spanyol

Fokus utama pemerintah adalah mendorong peran riset dan inovasi dari setiap perguruan tinggi.

Ia menganalogikan dukungan ini dengan keterlibatan kampus pada program lingkungan atau teknologi seperti giant seawall dan mobil listrik.

Kampus diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan kajian strategis sesuai kepakaran masing-masing.

Berikut poin-poin penegasan dari Kemdiktisaintek:

  • Status instruksi: tidak ada surat edaran wajib bagi kampus untuk mendirikan dapur fisik.
  • Fokus utama: penelitian mengenai stunting dan efektivitas program gizi jangka panjang.
  • Bentuk partisipasi: disesuaikan dengan kemampuan riset dan program teaching factory kampus.
  • Target capaian: mendukung keberhasilan program nasional melalui basis data ilmiah.

Pemerintah ingin memastikan setiap program memiliki landasan riset yang kuat.

Brian merujuk pada keberhasilan program serupa di India yang mampu menurunkan angka stunting berkat dukungan data riset.

>>> Ogah Pikirkan Inggris-Kanada, John Herdman Pilih Fokus Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Hal ini diharapkan bisa diadaptasi oleh kampus-kampus di Indonesia melalui peran aktif para akademisi.