"Kalau jumlahnya mungkin 1 sampai 2 mobil enggak apa-apa. Kalau sudah puluhan ribu, menjadi masalah," tambah Arwani.

Usulan Standar Minimal

Koleksi menyarankan agar Kementerian Perhubungan atau pembuat kebijakan industri menetapkan spesifikasi batas bawah pengisian daya minimal sebesar 30 kW hingga 40 kW.

Langkah ini dianggap krusial agar aspek fungsionalitas pengisian daya tetap seimbang dengan strategi pemasaran harga mobil yang murah.

"Speknya jangan asal, (jangan) yang penting mobil ini laku, harganya murah, tetapi speknya paling tidak charging rate-nya di atas 30 kW atau 40 kW," tegas Arwani.

Ia memberikan simulasi bahwa mobil dengan kapasitas baterai 18 kWh hingga 20 kWh idealnya hanya memerlukan waktu 30 menit jika didukung daya pengisian sebesar 40 kW.

"Kalau charging rate-nya 40 kW, misalnya baterainya cuma 18-20 kWh, kan berarti cuma setengah jam, wajar seperti yang lain," ujarnya.

Kondisi riil di lapangan saat ini sering kali menunjukkan penurunan performa pengisian daya yang drastis akibat spesifikasi kendaraan yang rendah.

>>> Harga Oli Mesin Mobil Naik per 3 Juni 2026, Cek Daftar Terbaru

"Tapi kalau ini charging rate-nya kadang-kadang cuma 20 kW. Kadang kalau ngecasnya di tempat yang lebih besar, dapatnya 10 kW," katanya.