Microsoft tengah mengembangkan platform perangkat keras baru yang menempatkan agen kecerdasan buatan (AI) sebagai pusat desain dan operasional.

Proyek ini diberi nama Project Solara.

>>> Ollobot Perkenalkan Robot Pendamping Emosional OlloNi di Shenzhen

Berbeda dengan ekosistem Windows, Project Solara dibangun menggunakan Microsoft Device Ecosystem Platform yang berbasis Android. Langkah ini menandai pendekatan baru Microsoft dalam menghadirkan perangkat AI.

Microsoft tidak berencana memasarkan perangkat keras Project Solara secara langsung ke konsumen. Sebaliknya, perusahaan akan merancang beberapa desain referensi untuk menginspirasi produsen lain.

Desain referensi tersebut mencakup lencana identitas pintar yang dapat dikenakan serta layar desktop yang menyerupai Nest Hub.

Konsep utamanya adalah mengoperasikan perangkat melalui satu AI serba guna, bukan menjalankan aplikasi tetap.

Project Solara akan memperkenalkan pengguna pada berbagai agen khusus dengan keterampilan spesifik, mirip dengan Gemini Gems.

>>> Intel Luncurkan Prosesor Arc G-Series untuk Gaming Handheld

Tampilan antarmuka platform ini dirancang dinamis berkat fitur UI just-in-time, yang memungkinkan AI menentukan cara terbaik menyajikan hasil.

Microsoft menetapkan standar ketat untuk persyaratan perangkat keras dan perangkat lunak pada platform ini.

Aturan tersebut dibuat untuk memenuhi regulasi manajemen, privasi, dan keamanan perusahaan, serta memastikan pengalaman pengguna yang optimal.

"Project Solara dirancang secara khusus untuk era baru perangkat yang mengutamakan agent," ujar Microsoft dalam pernyataannya, Rabu (3/6).

Proyek ini menandai masuknya Microsoft secara resmi ke dalam kompetisi platform AI agent yang semakin sengit.

>>> Samsung Display Pamerkan Layar Laptop OLED Ultra Slim Pertama di Computex 2026

Microsoft memilih jalur berbeda dari kompetitor yang umumnya mengintegrasikan AI agent ke sistem operasi lama. Perusahaan membangun platform yang sepenuhnya khusus untuk agen AI.