Audit tersebut bertujuan memastikan seluruh proses pengelolaan berjalan sesuai aturan serta memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Hingga saat ini belum terdapat kesimpulan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran. Namun proses audit menjadi salah satu bagian dari rangkaian evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap pelaksanaan program.

5. Berulangnya Insiden dalam Pelaksanaan MBG

Sejumlah peristiwa yang muncul selama pelaksanaan MBG ikut menambah tekanan terhadap pimpinan lembaga. Persoalan yang mencuat beragam, mulai dari distribusi makanan, kesiapan dapur, kualitas menu, hingga laporan gangguan kesehatan.

Salah satu insiden yang sempat menjadi perhatian publik terjadi pada Desember 2025 ketika kendaraan pengantar MBG menabrak siswa SDN Kalibaru 01 di Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa itu menyebabkan 21 orang mengalami luka-luka.

Meskipun setiap kejadian memiliki penyebab berbeda, akumulasi berbagai kasus tersebut menjadi bagian dari penilaian terhadap efektivitas pengawasan dan manajemen program.

Pergantian Menyeluruh Dinilai Sebagai Koreksi Organisasi

Pencopotan tidak hanya menyasar kepala BGN, tetapi juga dua wakil kepala lembaga. Pergantian serentak tersebut mengindikasikan bahwa evaluasi pemerintah mencakup pola kepemimpinan dan sistem pengelolaan organisasi secara keseluruhan.

Sebelumnya, hubungan Presiden Prabowo dan Dadan Hindayana tidak selalu diwarnai kritik. Pada 2025, Presiden sempat memberikan apresiasi setelah BGN mengembalikan anggaran yang tidak terserap ke kas negara.

Kondisi itu menunjukkan keputusan pergantian lebih berkaitan dengan hasil evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program daripada perubahan sikap yang terjadi secara mendadak.

Dari berbagai catatan yang muncul, faktor utama yang menjadi perhatian pemerintah meliputi pelaksanaan SOP, kualitas makanan, tata kelola organisasi, efektivitas pengawasan, koordinasi antarlembaga, serta audit terhadap dugaan praktik dalam pengelolaan dapur MBG.