Pelatih John Herdman diprediksi melakukan perombakan besar di lini serang Timnas Indonesia menjelang FIFA Matchday Juni 2026.

Strategi ini diharapkan mengubah gaya permainan Garuda saat menghadapi Oman dan Mozambik.

>>> John Herdman Puji Etos Kerja Rayhan Hannan di TC Timnas Indonesia

Sebanyak enam penyerang dengan karakter berbeda telah dipanggil untuk memperkuat barisan depan. Langkah ini bertujuan menciptakan variasi serangan yang lebih mematikan.

Peran Baru Ole Romeny

Salah satu taktik yang diprediksi menjadi senjata rahasia adalah penempatan Ole Romeny sebagai pembagi bola atau pengatur serangan.

Peran ini sebelumnya sukses memecah kebuntuan dalam turnamen persahabatan internasional.

Dalam skema tersebut, pemain Oxford United ini tidak hanya bertugas sebagai penyerang murni di posisi nomor 9.

Romeny sering turun menjemput bola untuk menjadi pelayan bagi rekan-rekannya di lini depan.

Visi bermainnya yang mumpuni menjadikannya sosok krusial dalam menjaga aliran serangan tim. Opsi penyerangan Indonesia pun semakin beragam seiring pulihnya dua pilar utama yang sempat cedera.

Kembalinya Ragnar dan Marselino

Dua pemain pilar kembali memperkuat lini serang Timnas Indonesia.

Ragnar Oratmangoen, penyerang sayap yang baru pulih dan tampil impresif bersama FCV Dender, serta Marselino Ferdinan, gelandang serang kreatif yang kembali bugar setelah absen lima bulan akibat cedera.

Kembalinya kedua pemain ini tidak hanya menambah kekuatan teknis, tetapi juga mendongkrak rasa percaya diri seluruh anggota tim.

Ragnar dan Marselino sebelumnya merupakan andalan utama Garuda, terutama pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

>>> Kemendikdasmen Siapkan 5 Langkah Atasi Anak Tidak Sekolah di 2026

Formasi 3-4-3 dan Fleksibilitas

John Herdman kemungkinan besar akan kembali mengadopsi formasi 3-4-3 untuk memaksimalkan potensi pemain. Skema ini menuntut kedisiplinan tinggi serta transisi permainan yang cepat dari bertahan ke menyerang.