Resmi, Ini Alasan Mengejutkan di Balik Penutupan 122 Prodi Selama 2026
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) angkat bicara mengenai kabar penutupan 122 program studi (prodi) sepanjang tahun 2026.
Isu ini sempat memicu kekhawatiran publik terhadap masa depan sejumlah bidang keilmuan di perguruan tinggi.
>>> Mengintip Gaji Fantastis Andrea Kimi Antonelli, Calon Juara Dunia F1 2026
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa penutupan tersebut bukan kebijakan sepihak pemerintah. Keputusan diambil murni berdasarkan usulan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang bersangkutan.
Alasan di Balik Penutupan Program Studi
Pihak kementerian menjelaskan ada beberapa faktor utama yang mendasari keputusan kampus menutup prodi. Salah satunya adalah penurunan jumlah peminat atau mahasiswa yang mendaftar secara signifikan.
Selain faktor jumlah mahasiswa, banyak kampus memilih transformasi untuk menawarkan program yang lebih menarik.
Penutupan dilakukan agar perguruan tinggi bisa membuka program baru yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Beberapa faktor utama penutupan program studi meliputi:
- Menurunnya jumlah peminat dan mahasiswa yang mendaftar secara konsisten.
- Adanya pergantian menjadi prodi baru yang lebih atraktif dan sesuai perkembangan industri.
- Upaya pengembangan substansi keilmuan yang lebih spesifik, seperti transformasi teknik elektro menjadi bidang robotik.
- Hasil evaluasi rutin setiap 3 atau 4 tahun oleh badan koordinasi masing-masing program studi.
Evaluasi berkala ini bertujuan mengoptimalkan perkembangan ilmu pengetahuan di masing-masing bidang. Dengan begitu, kurikulum yang diajarkan tetap segar dan sesuai rekomendasi ahli.
Transformasi Keilmuan dan Relevansi Industri
Brian Yuliarto membantah bahwa kementerian secara aktif menutup prodi demi menyesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan.
>>> Dedi Mulyadi Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib dari Hasil Jual Sapi
Fokus utama kementerian saat ini lebih ke arah pengembangan isi materi kuliah agar lebih modern.
Update Terbaru
Panduan Mengikuti Konferensi Kecerdasan Buatan 2026 di Shanghai
Minggu / 19-07-2026, 09:51 WIB
IHSG Menguat, Saham JELI Cs Justru Terpuruk: Ini Daftar Top Losers Pekan Ini
Minggu / 19-07-2026, 09:46 WIB
Elle King Curhat Baru Didiagnosis Autisme di Usia 37 Tahun
Minggu / 19-07-2026, 09:46 WIB
Roman Reigns Tegaskan The Bloodline Akan Bertahan Selama Kariernya
Minggu / 19-07-2026, 09:42 WIB
Caitlin Clark Dinyatakan Fit Tampil Lawan New York Liberty
Minggu / 19-07-2026, 09:42 WIB
Valve Rilis Pembaruan SteamVR Beta Jelang Peluncuran Steam Frame
Minggu / 19-07-2026, 09:40 WIB
Fatal Influence Raih Gelar Tag Team WWE di Madison Square Garden
Minggu / 19-07-2026, 09:40 WIB
Johnny Eblen Hentikan Impa Kasanganay di PFL Austin, Rebut Sabuk Interim
Minggu / 19-07-2026, 09:40 WIB
Transmart Full Day Sale Diskon hingga 50%+20%, Cek Daftar Produk
Minggu / 19-07-2026, 09:35 WIB
Bintang 'The Ultimatum' Blake Robertson Ditangkap karena Dugaan Penganiayaan
Minggu / 19-07-2026, 09:35 WIB
Jadwal Siaran Langsung Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Minggu / 19-07-2026, 09:35 WIB
BPBD: 450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak Banjir di Agam
Minggu / 19-07-2026, 09:35 WIB
Pelapak Online Mulai Naikkan Harga Jelang Pajak Marketplace 1 Agustus
Minggu / 19-07-2026, 09:35 WIB
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran Balas Kematian Dua Tentara
Minggu / 19-07-2026, 09:35 WIB







