Masa depan Marcus Rashford kembali menjadi perdebatan.

Penyerang Manchester United itu dinilai harus menurunkan tuntutan gajinya jika masih ingin membuka peluang bergabung dengan klub besar pada bursa transfer musim panas ini.

>>> Manchester United Incar Victor Osimhen untuk Perkuat Lini Serang

Peringatan tersebut datang dari mantan pemain Chelsea, Pat Nevin.

Menurut Nevin, pilihan klub untuk Rashford main terbatas, terutama setelah Barcelona yang sempat dikaitkan kuat dengannya justru mendatangkan Anthony Gordon.

Performa di Barcelona dan Peluang Bertahan

Rashford menghabiskan musim 2025/2026 sebagai pemain pinjaman di Barcelona. Selama di Spanyol, pemain Timnas Inggris itu tampil cukup produktif dengan mencatatkan dua digit gol dan assist.

Performa tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa Barcelona akan mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai sekitar 26 juta paun.

Namun, kedatangan Gordon dengan nilai transfer 69,3 juta paun membuat peluang Rashford bertahan di Camp Nou kian tipis.

Nevin: Rashford Harus Ubah Prioritas

Nevin menilai Rashford perlu mengubah prioritasnya jika ingin menyelamatkan kariernya.

"Kalau saya menjadi penasihat Marcus Rashford, saya akan menyuruhnya berhenti terlalu terobsesi dengan uang dan mencari kesepakatan untuk tetap di Manchester United karena di sanalah tempat yang paling cocok untuknya," kata Nevin kepada Grosvenor Casinos.

Meski begitu, Nevin juga meragukan kemungkinan Rashford kembali menjadi bagian penting MU. "Saya tidak tahu apakah Barcelona benar-benar bisa terus membayar gaji sebesar itu.

Real Madrid bisa.

Klub lain rasanya tidak mampu membayar jumlah yang sangat besar untuk pemain yang memiliki rekam jejak yang naik turun," ujarnya.

"Jangan lupa, gaji yang dia terima di Manchester United sangat besar. Karena itu, jumlah klub yang bisa merekrutnya menjadi terbatas.