Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi contoh sukses pemanfaatan potensi lokal untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Melalui pengelolaan pariwisata, produk unggulan, dan unit usaha desa yang terintegrasi, desa ini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi mandiri.

>>> BSI Tunggu Arahan Resmi Danantara demi Kejar Target Free Float 2026

Langkah ini semakin terlihat sejak Desa Ketapanrame bergabung dalam Program Desa BRILiaN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 2021.

Program inkubasi ini bertujuan melahirkan desa unggul melalui penguatan kepemimpinan, tata kelola, inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi.

Sinergi Pariwisata dan Peran BUMDes

Salah satu pencapaian besar adalah pengembangan Wisata Sawah Sumber Gempong yang mulai dibangun pada 2021 sebagai perluasan Taman Ghanjaran.

Destinasi ini memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) dan terwujud berkat kolaborasi pemerintah desa, investasi masyarakat, dan Dana Desa.

Menyuguhkan pemandangan sawah terasering dan sumber mata air alami, Sumber Gempong kini menjadi mesin ekonomi baru bagi warga.

Destinasi ini memperkuat posisi Ketapanrame sebagai desa wisata populer dengan identitas alam kuat.

Selain Sumber Gempong, desa ini memiliki Taman Ghanjaran, Air Terjun Dlundung, area berkemah, wisata religi miniatur Ka'bah, dan pusat kuliner.

Semua ini menjadi wadah bagi warga berdagang dan menggerakkan ekonomi desa.

Aktivitas ekonomi berjalan selaras dengan BUMDes yang mengelola lima unit usaha strategis: pengelolaan air minum, penyewaan kios dan kandang ternak, pengelolaan wisata, layanan kebersihan, dan penyediaan permodalan.

Kontribusi Kelompok Tani dan UMKM

Kekuatan ekonomi juga didorong kreativitas kelompok tani dan UMKM dalam mengolah komoditas pertanian menjadi produk bernilai tinggi.

Kopi Arabica dan Robusta diolah menjadi berbagai varian minuman serta makanan ringan seperti cookies kopi dan teh cascara.