BSI Tunggu Arahan Resmi Danantara demi Kejar Target Free Float 2026
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masih menunggu arahan resmi dari Danantara terkait rencana peningkatan free float.
Saat ini, porsi saham publik bank syariah terbesar di Indonesia itu baru mencapai 9,33%, jauh di bawah ambang batas minimal 15% yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
>>> Daftar 16 Game Resmi Esports Nations Cup 2026 Riyadh: Ada Dota 2 dan MLBB!
Aturan anyar BEI yang mewajibkan free float minimal 15% telah berlaku sejak April 2026.
Namun, BSI masih memiliki waktu hingga 31 Maret 2028 untuk menyesuaikan, mengingat kapitalisasi pasarnya yang besar di atas Rp5 triliun.
Koordinasi dengan Danantara
Direktur Manajemen Risiko BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Danantara selaku pemegang saham utama.
"Kami akan senantiasa mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh Danantara selaku pemegang kuasa dan pemegang saham utama kami," ujarnya dalam keterangan resmi.
Keputusan mengenai mekanisme dan waktu pelepasan saham ke publik sepenuhnya bergantung pada hasil diskusi dengan Danantara. BSI tidak bisa bergerak sendiri karena statusnya sebagai bank milik pemerintah.
>>> Libur Panjang 2026, 328 Ribu Kendaraan Padati Tol Solo-Ngawi
Fokus pada Kinerja Keuangan
Sembari menunggu arahan, BSI fokus memperkuat fundamental perusahaan. Grandhis menekankan bahwa peningkatan kinerja keuangan menjadi kunci untuk menarik minat investor saat penambahan saham dilakukan nanti.
"Tugas utama kami saat ini adalah memastikan seluruh operasional dan kinerja perseroan tetap berjalan optimal dalam koridor risiko yang terjaga," jelasnya.
Manajemen juga rutin melakukan stress test untuk menjaga ketahanan bank menghadapi dinamika ekonomi.
Pergerakan Saham BRIS
Pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pukul 10.30 WIB, harga saham BRIS tercatat Rp19.200 per lembar, turun 1,29% dibanding penutupan sebelumnya.
Manajemen menilai penurunan ini sebagai dinamika pasar yang wajar.
>>> Penyebab Uban Tumbuh di Usia 20-an, Faktor Ini Paling Mengejutkan
Dengan peningkatan free float, likuiditas perdagangan saham BRIS diharapkan lebih stabil di masa depan, mencerminkan nilai wajar perusahaan secara transparan.
Update Terbaru
5 HP 2 Jutaan Terbaik untuk Main FF dan MLBB di 2026
Sabtu / 18-07-2026, 17:14 WIB
Herdman: Timnas Indonesia Makin Solid dan Percaya Diri
Sabtu / 18-07-2026, 17:14 WIB
EA Sports Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Selalu Tepat
Sabtu / 18-07-2026, 17:14 WIB
Pembalut Bekas Perlu Dicuci Dulu atau Langsung Dibuang? Ini Kata Studi
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Airlangga Hartarto Bertemu Mendag China, Bahas Penguatan Kemitraan Ekonomi
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Alasan Ruben Onsu Pendam Hinaan Mantan Istri Terungkap, Eks Manajer: Dia Pikir Dia Kuat
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Konflik AS-Iran Meningkat, Harga Minyak Melonjak 4%
Sabtu / 18-07-2026, 17:08 WIB
Pemegang Saham Setujui Buyback Saham Astra International Rp8 Triliun
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
7 Drama China Terbaru Juli 2026, dari Overdo hingga Love for You
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Sinopsis 12 Strong, Film Chris Hemsworth di Bioskop Trans TV Hari Ini
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Lee Jong Suk Didekati untuk Drama Bareng Park Ji Hyun Usai Putus dari IU
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Inggris Batasi Medsos Anak, IG-TikTok Bakal Diblokir Tengah Malam
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Chery Perkenalkan Robot AiMOGA di Pabrik Afrika Selatan
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
35 Suporter Argentina Alami Serangan Jantung Selama Piala Dunia 2026
Sabtu / 18-07-2026, 17:04 WIB







