Batasan kecepatan tertinggi dalam uji lab mencapai 131,3 km per jam. Kecepatan rata-rata keseluruhan dipatok pada 46,5 km per jam.

Perbedaan Konsumsi WLTP dan Efisiensi Dashboard

Banyak pengguna menganggap konsumsi energi versi WLTP sama dengan angka efisiensi di panel instrumen mobil. Faktanya, kedua kalkulasi memiliki perbedaan mendasar.

Kriteria WLTP menghitung energi listrik yang diserap langsung dari instalasi sumber daya saat pengisian baterai. Mekanisme ini sudah memasukkan faktor kehilangan energi atau charging loss.

Penyusutan energi saat pengisian daya berkisar antara 7 hingga 12 persen, tergantung tipe alat pengisi daya.

Sementara itu, angka efisiensi di dashboard hanya mengukur energi yang disalurkan dari baterai saat mobil bergerak.

Sistem komputer mobil tidak mendeteksi energi yang hilang selama proses charging. Dampaknya, efisiensi di dashboard sering terlihat lebih hemat daripada klaim konsumsi WLTP.

Faktor Pemicu Perbedaan Jarak Tempuh di Dunia Nyata

Hasil WLTP didapatkan dari simulasi laboratorium, sehingga tidak selalu identik dengan penggunaan sehari-hari. Jarak tempuh aktual sangat bergantung pada banyak aspek eksternal.

Kondisi nyata dipengaruhi oleh temperatur lingkungan, kecepatan mobil, kepadatan lalu lintas, dan intensitas pemakaian AC. Faktor seperti kekuatan angin dan karakter mengemudi juga memegang peran besar.

>>> Review MG S5 EV: Kenyamanan Istimewa untuk SUV Listrik Keluarga

Laboratorium pengujian menjalankan prosedur pada suhu 23 derajat Celsius tanpa mengaktifkan AC atau pemanas berlebih. Kondisi ideal ini membuat jarak tempuh riil sering lebih rendah daripada klaim pabrikan.