Taktik Terbaru AS Lumpuhkan Drone Kamikaze Iran Tanpa Rudal Mahal di 2026
Militer Amerika Serikat tengah mengembangkan strategi baru untuk menghadapi serangan drone murah yang masif, terutama drone Shahed buatan Iran.
Selama ini, AS kerap menggunakan rudal canggih yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan drone lawan.
>>> Liverpool Sepakati Kontrak Andoni Iraola, Pengumuman Pekan Ini
Sistem Madis: Solusi Pertahanan Udara Baru
Korps Marinir AS kini mengandalkan sistem Marine Air Defense Integrated System atau Madis. Sistem ini dirancang untuk melumpuhkan ancaman udara tanpa menguras anggaran pertahanan.
Madis menggunakan kendaraan Joint Light Tactical Vehicles (JLTV) yang merupakan penerus Humvee. Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan Kongsberg Defence & Aerospace.
Spesifikasi utama Madis meliputi radar canggih untuk mendeteksi drone kecil, kemampuan perang elektronik untuk mengacaukan sinyal kendali, senapan rantai XM914 kaliber 30mm buatan Northrop Grumman, dan rudal Stinger sebagai opsi tambahan.
Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor dan persenjataan dalam satu platform bergerak. Hal ini memungkinkan respons cepat terhadap ancaman di ketinggian rendah.
Efisiensi Biaya dalam Menghadapi Ancaman Udara
Penggunaan Madis diharapkan mengurangi ketergantungan pada rudal udara-ke-udara yang mahal. Sebagai gambaran, rudal AIM-120 berharga sekitar USD 1 juta atau Rp 16 miliar per unit.
>>> Timnas U19 Indonesia Vs Timor Leste: Strategi Rotasi Nova Arianto
Strategi baru ini memberi komandan berbagai pilihan metode pelumpuhan, mulai dari senapan mesin, gangguan elektronik, hingga rudal, sesuai level ancaman.
Dengan beralih ke peluru senapan mesin, biaya per serangan terhadap drone dapat ditekan secara signifikan. Transisi taktik ini mengedepankan aspek keberlanjutan ekonomi dalam peperangan.
Tantangan Produksi dan Realitas di Lapangan
Meski lebih ekonomis, sistem berbasis peluru tetap memiliki hambatan. Produsen pertahanan AS masih kesulitan memproduksi amunisi dalam jumlah besar untuk kebutuhan jangka panjang.
Variasi jenis drone musuh seringkali tidak terduga dan sulit diantisipasi. Intelijen yang akurat menjadi kunci sebelum pasukan terjun ke medan tempur.
Sersan Staf Konie dari militer AS menyatakan bahwa banyaknya jenis drone membuat situasi di lapangan sulit diprediksi.
>>> 10 Ciri Orang Cerdas saat Mengobrol yang Jarang Disadari
Prajurit harus bersiap dengan segala persenjataan yang tersedia sambil berharap data intelijen sudah tepat.
Update Terbaru
9 Fakta Aturan Baru Registrasi SIM Card Pakai Pengenalan Wajah
Rabu / 03-06-2026, 11:37 WIB
AMD Luncurkan Tiga Prosesor dan Kartu Grafis Lawas Berdesain Baru di Computex 2026
Rabu / 03-06-2026, 11:37 WIB
Toyota Yaris Bertahan Saat Honda City Hatchback dan Mazda2 Hampa Peminat
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Casemiro: Status Non-Favorit Justru Menguntungkan Brasil di Piala Dunia 2026
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Cuitan Kunto Aji 'Jangan Senang Dulu' Viral, Diduga Sindir Pencopotan Kepala BGN
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Bocoran Starting XI Inggris di Piala Dunia 2026: Nomor Punggung Ungkap Sinyal Taktik Tuchel
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Romelu Lukaku Cetak Gol ke-90, Belgia Tumbangkan Kroasia 2-0
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Syarat Terbaru Seleksi Kopdes 2026: Ambang Batas TPK 110 dan Aturan Kelulusan Resmi
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Sumut Resmi Jadi Tuan Rumah Hari Anak Nasional 2026, Bobby Nasution Beri Dukungan Penuh
Rabu / 03-06-2026, 11:36 WIB
Kode Redeem Clash of Critters Juni 2026 Tawarkan Item Gratis
Rabu / 03-06-2026, 11:35 WIB
Viral Konvoi Megah Timnas Turki Menuju Piala Dunia 2026, Intip Fasilitas Mewahnya
Rabu / 03-06-2026, 11:35 WIB
MediaTek dan NVIDIA Resmi Rilis RTX Spark, Hadirkan AI di Laptop Tipis 2026
Rabu / 03-06-2026, 11:35 WIB
Wuling Cortez Darion EV Bebas Pajak Tahunan, Ini Rincian Biayanya
Rabu / 03-06-2026, 11:30 WIB
Australia Dikabarkan Absen di ASEAN Cup 2026, Keputusan yang Mengejutkan
Rabu / 03-06-2026, 11:30 WIB






