Sutradara Sam Levinson akhirnya buka suara mengenai keputusan mengejutkan terkait nasib Rue Bennett di episode pamungkas Euphoria Season 3.

Karakter utama yang diperankan Zendaya itu berakhir tragis pada musim ini.

>>> Detik-detik Bocah Jatuh ke Kandang Gajah, Aksi Heroik Sang Ayah Viral

Levinson berargumen bahwa akhir cerita tersebut merupakan representasi paling jujur bagi serial yang digarapnya. Ia ingin menggambarkan realitas kelam yang sering dihadapi pecandu narkoba di dunia nyata.

Keputusan sang showrunner untuk mengakhiri hidup Rue Bennett ternyata didasari motif yang sangat personal. Ia ingin memberikan penghormatan khusus bagi mendiang Angus Cloud, pemeran karakter Fezco.

Angus Cloud meninggal dunia pada Juli 2023 di usia 25 tahun akibat overdosis. Tragedi tersebut memberikan dampak mendalam bagi seluruh tim produksi dan arah alur cerita serial ini.

Alasan di Balik Akhir Tragis Rue Bennett

Dalam sebuah pernyataan, Levinson menegaskan bahwa sosok seperti Rue sering kali menghadapi jalan buntu dalam perjuangannya melawan kecanduan.

Ia menyebutkan bahwa banyak orang yang kambuh dan belum benar-benar siap lepas dari narkoba.

Ia menolak memperhalus kenyataan pahit tersebut demi kepentingan narasi yang manis. Levinson ingin mendedikasikan kisah ini bagi Angus serta orang-orang lain yang tidak memiliki kesempatan kedua dalam hidup.

Pada episode terakhir bertajuk In God We Trust, Rue Bennett dikisahkan meninggal dunia akibat overdosis yang tidak disengaja.

Kematian ini memiliki kemiripan dengan penyebab kepergian Angus Cloud di dunia nyata.

Penyebab kematian Rue dalam cerita adalah konsumsi pil yang telah dicampur zat kimia berbahaya. Obat-obatan maut itu didapatkan dari karakter Alamo Brown, yang diperankan Adewale Akinnuoye-Agbaje.