Media sosial dihebohkan oleh video yang memperlihatkan dua mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) diduga berciuman di area perpustakaan kampus.

Aksi tersebut dinilai melanggar norma dan memicu perdebatan publik.

>>> OJK Ungkap Rencana Terbaru 57 BPR-BPRS Bakal Merger Jadi 18 Bank di 2026

Banyak pihak menyayangkan insiden itu karena dianggap tidak pantas terjadi di lingkungan pendidikan. Mahasiswa lain pun protes karena merasa nama baik kampus tercoreng.

Tuntutan Sanksi dan Keresahan Mahasiswa

Sejumlah mahasiswa PNJ mendesak manajemen kampus untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Mereka menilai sanksi diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Keresahan meluas di kalangan civitas akademika karena tindakan itu dianggap melampaui batas. Reputasi kampus sebagai lembaga pendidikan menjadi taruhan.

Aksi Haru Ayah Pelaku Meminta Maaf

Di tengah tekanan publik, muncul video baru yang memperlihatkan ayah dari salah satu mahasiswa mendatangi kampus. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Dengan suara bergetar, pria itu mengungkapkan penyesalan mendalam di hadapan mahasiswa dan staf. Ia mengakui tindakan anaknya telah mengecewakan banyak pihak.

Beberapa poin utama dalam permintaan maaf tersebut:

>>> Prabowo Resmi Perkuat Kewenangan Danantara, Kebijakan Terbaru 2026

  • Permohonan maaf terbuka kepada seluruh institusi PNJ.
  • Ungkapan penyesalan atas kegaduhan di lingkungan kampus.
  • Aksi bersujud di depan mahasiswa sebagai bentuk kerendahan hati.

Suasana kampus menjadi riuh dan haru saat sang ayah tiba-tiba bersujud di lantai.

Mahasiswa yang berada di lokasi segera memintanya berdiri dan menyatakan orang tua tidak perlu menanggung beban kesalahan anak.

Simpati Netizen di Media Sosial

Video permintaan maaf tersebut diunggah ulang oleh akun @lambepaklurah di platform X dan mendapat ribuan respons.

Sebagian besar netizen merasa iba melihat perjuangan seorang ayah menanggung malu akibat ulah anaknya.

Berikut ringkasan sentimen publik di media sosial:

>>> Rasio Kredit Baru 32%, Himbara Dorong Konsolidasi Perbankan di 2026

  • Rasa simpati: Banyak yang sedih melihat orang tua harus meminta maaf hingga sujud di depan umum.
  • Kekecewaan: Netizen menyayangkan tindakan anak yang tidak memikirkan perasaan orang tua.
  • Apresiasi: Sikap sang ayah dinilai ksatria dan bertanggung jawab meskipun bukan dia pelakunya.

Banyak pengguna internet berharap mahasiswa yang bersangkutan menyadari kesalahan dan segera bertaubat. Dukungan moral terus mengalir bagi sang ayah yang dianggap menunjukkan sikap dewasa dan bijaksana.