Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek resmi ditutup total mulai Selasa (2/6/2026).

Penutupan ini dilakukan seiring dimulainya proyek pengerjaan Jembatan Gondang di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

>>> Klaim Asuransi Jiwa Kuartal I-2026 Tembus Rp 38,73 Triliun, Terbukti Aman dan Cair Cepat

Pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan. Masyarakat diminta memperhatikan rute alternatif yang telah disediakan.

Jadwal Penutupan dan Penyebab Perbaikan

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, menjelaskan penutupan ruas jalan nasional ini mulai berlaku efektif pada Selasa siang pukul 14.30 WIB.

Akses jalan ini direncanakan ditutup dalam jangka waktu yang cukup lama.

Proses pembangunan diprediksi memakan waktu sekitar enam bulan atau hingga 11 Desember 2026. Lamanya pengerjaan disesuaikan dengan skala kerusakan dan kompleksitas pembangunan kembali struktur jembatan.

Proyek perbaikan ini berada di bawah wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum. Keputusan pembongkaran diambil setelah ditemukan kerusakan serius pada bagian pondasi jembatan.

Kondisi struktur yang sudah tidak stabil dinilai membahayakan pengguna jalan. Jembatan Gondang merupakan jalur vital bagi kendaraan dari kedua kabupaten.

Panduan Rute Alternatif bagi Pengguna Jalan

Petugas kepolisian telah memetakan beberapa rute pengalihan arus. Jalur-jalur ini dibagi berdasarkan jenis kendaraan untuk menghindari penumpukan di jalan pedesaan yang sempit.

  • Kendaraan roda dua dan roda empat (pribadi): bisa menggunakan jalur Gondang-Kauman.
  • Jalur alternatif kedua: melintasi rute Mojoarum menuju Pampang.
  • Jalur alternatif ketiga: melewati kawasan Malasan menuju Gempolan.
  • Kendaraan berat dan angkutan barang: wajib menempuh rute melalui Simpang Empat Tamanan menuju Kecamatan Bandung.
  • Kendaraan bertonase besar: setelah dari Kecamatan Bandung, diarahkan kembali ke ruas jalan nasional menuju Trenggalek.