Sebelum perang, inflasi Zona Euro sempat turun di bawah 2 persen, namun langsung melonjak ke 3 persen pada April setelah konflik pecah.

Pasar memperkirakan peluang 94 persen ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Nilai tukar euro stabil di US$1,164, sementara imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun turun 6 basis poin.

Pandangan Analis

Carsten Brzeski, Global Head of Macro di ING, menilai kenaikan inflasi Mei membuka jalan bagi ECB untuk menaikkan suku bunga.

Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk asuransi ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Brzeski menambahkan bahwa guncangan energi akibat perang Iran tampaknya akan bersifat lebih permanen. Meski harga minyak tidak setinggi skenario terburuk, tren inflasi diprediksi hanya akan naik secara bertahap.

>>> WOM Finance Lebih Selektif Rilis Surat Utang di 2026, Strategi Jaga Keuangan Aman

Efek domino dari harga energi tinggi akan menyentuh sektor transportasi dan pangan. Namun, survei terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi masyarakat mulai sedikit menurun.