Strategi Efisiensi Industri Menghadapi Tekanan Kurs

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengakui adanya peningkatan biaya produksi akibat melemahnya rupiah.

General Manager R&D Health and Wellness Divisi Dairy, Tjatur Lestijaman, menyebutkan kenaikan biaya produksi masih terkendali di bawah 10 persen.

Kenaikan biaya terjadi pada lini pengadaan bahan baku impor.

Perusahaan melakukan program efisiensi internal dan memanfaatkan bahan baku dari peternak lokal yang berkontribusi sekitar 20 persen dari total produksi.

Ancaman terhadap Sektor Riil dan Inflasi Impor

Kondisi rupiah yang sempat menyentuh Rp17.800 per dolar AS tercatat sebagai salah satu titik terendah dalam sejarah.

Pelemahan ini menekan sektor riil, terutama perusahaan yang bergantung pada impor.

Nanang Wahyudin, Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah memicu inflasi impor. Kenaikan biaya produksi di hulu memaksa harga produk di hilir ikut naik.

>>> Resmi! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Bonek Terkejut di Bursa Transfer 2026

Banyak pengusaha menghadapi dilema menaikkan harga atau mengorbankan keuntungan. Akibatnya, banyak yang menunda rencana ekspansi dan investasi baru.