Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Cek Kurs Terbaru 2026
Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.
Mata uang garuda berakhir di posisi Rp 17.839 per dolar AS, melemah 34 poin dibandingkan hari sebelumnya yang sempat menguat ke Rp 17.805.
>>> Resmi Gabung Sentinels, Victor Siap Debut Lawan KRÜ di VCT Americas 2026 Stage 1
Faktor Geopolitik dan Kebijakan AS
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut faktor utama pelemahan rupiah berasal dari luar negeri.
Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat menjadi pemicu kecemasan pasar.
Meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim komunikasi dengan Iran masih berjalan, Teheran enggan merespons.
Eskalasi konflik antara Lebanon, Israel, dan Iran menambah ketidakpastian bagi pelaku ekonomi global.
Ketegangan ini mendorong penguatan indeks dolar AS, sehingga mata uang berkembang seperti rupiah tertekan.
Selain itu, Trump menandatangani proklamasi perubahan tarif impor untuk besi, aluminium, dan tembaga.
Kebijakan itu juga memangkas pajak impor alat pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen.
Langkah proteksionisme ini memperkuat posisi ekonomi AS di mata pasar.
Tekanan dari Dalam Negeri
Dari sisi internal, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi tantangan besar bagi Indonesia.
>>> BGN Resmi Suspend 13 SPPG di Kudus Tanpa IPAL, Ini Aturan Terbaru 2026
Ketergantungan impor minyak mencapai 1,5 juta barel per hari menciptakan kebutuhan tinggi terhadap dolar AS.
Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang diwajibkan parkir di perbankan nasional juga masih belum pasti.
Meski sempat positif pada Senin, ketidakpastian penerapannya kembali menekan rupiah.
Para eksportir masih menunggu kepastian kerja sama sebelum memarkir devisa secara penuh.
Pergerakan Kurs dan Prediksi
Pasar uang memantau pergerakan rupiah yang diprediksi bisa menyentuh level lebih dalam.
Beberapa pengamat khawatir nilai tukar menembus angka psikologis baru jika ketegangan global tak mereda.
Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar spot dan DNDF.
Langkah ini untuk memastikan likuiditas dolar tetap tersedia dan nilai tukar tidak bergerak terlalu liar.
>>> Adrien Rabiot Bidik Bintang Ketiga, Ambisi Terbaru Prancis di Piala Dunia 2026
Masyarakat diminta waspada terhadap hoaks yang memanfaatkan ketidakstabilan ekonomi, seperti bantuan sosial palsu atau lowongan kerja fiktif.
Update Terbaru
Arsenal Berpeluang Rekrut Trent Alexander-Arnold Guna Atasi Krisis Lini Belakang
Rabu / 03-06-2026, 00:00 WIB
OJK Ungkap Rahasia BPR Makin Sehat di 2026, Strategi Merger Terbukti Ampuh
Selasa / 02-06-2026, 23:59 WIB
Hasil MPL ID S17: ONIC Comeback Dramatis, Dewa United Takluk Mengejutkan
Selasa / 02-06-2026, 23:59 WIB
Leo/Daniel Tersingkir di Babak Awal Indonesia Open 2026
Selasa / 02-06-2026, 23:57 WIB
Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Indonesia Open 2026
Selasa / 02-06-2026, 23:57 WIB
PBVSI Terapkan Aturan Salary Cap Demi Pemerataan Proliga 2027
Selasa / 02-06-2026, 23:57 WIB
Georgia Jamu Rumania dalam Laga Persahabatan di Tbilisi
Selasa / 02-06-2026, 23:56 WIB
Resmi! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Bonek Terkejut di Bursa Transfer 2026
Selasa / 02-06-2026, 23:56 WIB
One Piece dan Timnas Jepang Bersatu di Piala Dunia 2026, Ini Bocorannya
Selasa / 02-06-2026, 23:56 WIB
Ramalan Piala Dunia 2026: Paranormal Brasil dengan Akurasi 75 Persen Ungkap Calon Juara Mengejutkan
Selasa / 02-06-2026, 23:56 WIB
Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Alwi Farhan Lolos ke Babak 16 Besar
Selasa / 02-06-2026, 23:56 WIB
PSSI Akui Penurunan Antusiasme Suporter, John Herdman Jadi Tumpuan
Selasa / 02-06-2026, 23:56 WIB
Volvo EX90 Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Mewah Rp 2,5 Miliar
Selasa / 02-06-2026, 23:55 WIB
Jadwal Terbaru Seleksi LPDP 2026 Resmi Rilis, Cek Perubahan Tanggal Pentingnya!
Selasa / 02-06-2026, 23:54 WIB






