Menjelang Piala Dunia 2026, tim nasional Curacao mengalami perubahan besar di kursi kepelatihan. Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) mengumumkan bahwa Fred Rutten telah mengundurkan diri.

Keputusan ini diumumkan pada Senin (11/5) setelah diskusi antara Rutten dan Presiden FFK Gilbert Martina. Pertemuan itu bertujuan mencari solusi terbaik bagi masa depan tim.

>>> Dewi Perssik Kuliah S1 Psikologi, Rela Pakai Jubah Demi Fokus Belajar

Tekanan dari internal tim dan sponsor menjadi pemicu utama. Banyak pihak menginginkan kembalinya pelatih kawakan Dick Advocaat.

Alasan Mundurnya Fred Rutten

Rutten mundur demi menjaga keharmonisan ruang ganti pemain. Ia ingin menghindari konflik yang bisa merusak performa tim.

Keputusan ini juga merespons desakan publik dan sponsor. Rutten memberikan ruang bagi federasi untuk menentukan arah taktis sebelum kompetisi.

Meski FFK sempat mendukungnya, Rutten merasa situasi sudah tidak sehat. Ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara staf dan pemain.

"Iklim yang bisa merusak hubungan kerja yang sehat tidak boleh dibiarkan. Mundur adalah keputusan paling bijaksana," ujar Rutten dalam pernyataan resmi.

Waktu persiapan menuju Piala Dunia semakin sempit. Curacao harus segera melangkah maju tanpa hambatan internal.

Kembalinya Dick Advocaat

Laporan Sky Sports Belanda mengindikasikan Dick Advocaat akan kembali menangani Curacao. Nama Advocaat memiliki ikatan emosional kuat dengan tim berjuluk La Familia Azul.

>>> Rupiah Lemah, Harga Susu Impor Naik: Pemerintah Siapkan Solusi 2026

Advocaat adalah arsitek di balik keberhasilan Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Prestasi itu diraih pada November tahun lalu sebelum ia beristirahat.

Pelatih berusia 78 tahun itu mundur pada Februari lalu karena alasan pribadi. Ia fokus merawat putrinya yang sakit.

Kini kondisi kesehatan putrinya mulai membaik. Advocaat menyatakan kesiapannya kembali melatih.

Peluang Rekor di Piala Dunia 2026

Jika Advocaat kembali, ia akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah putaran final Piala Dunia. Rekor ini menambah daya tarik perjalanan Curacao.

Curacao berada di Grup E bersama tim-tim kuat, termasuk Jerman. Pertandingan perdana melawan Jerman akan berlangsung di Houston pada 15 Juni.

Waktu transisi kepelatihan sangat singkat. FFK berpacu dengan waktu untuk meresmikan penunjukan pelatih baru.

>>> Isu Delisting Bank Danamon (BDMN) Mencuat, Manajemen dan OJK Beri Klarifikasi

Kehadiran suksesor Rutten krusial untuk menyatukan visi pemain. Publik Curacao berharap pergantian ini membawa dampak positif.