Kepolisian Toronto mengumumkan penyitaan lebih dari 16.000 produk merchandise sepak bola palsu menjelang Piala Dunia 2026.

Dua orang ditangkap dalam operasi tersebut karena diduga terlibat peredaran barang ilegal yang melanggar hak kekayaan intelektual.

>>> 6 Pemain Bintang dengan Gaji Tertinggi di Piala Dunia 2026

Toronto menjadi salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026, sehingga kasus ini mendapat perhatian serius.

Lonjakan antusiasme penggemar menjelang turnamen terbesar di dunia dinilai menjadi pemicu maraknya penjualan produk tiruan.

Penyelidikan oleh pihak berwenang dimulai bulan lalu setelah sebuah firma hukum lokal yang fokus pada perlindungan merek dagang menerima laporan peredaran merchandise palsu.

Aparat penegak hukum langsung melakukan investigasi dan mengidentifikasi ribuan barang tiruan setelah serangkaian pemeriksaan intensif.

Barang-barang yang disita diduga kuat meniru berbagai merchandise resmi sepak bola, seperti jersey, syal, dan topi.

Seorang pengacara spesialis hak kekayaan intelektual mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli merchandise sepak bola.

>>> Kontrak Ibrahima Konate di Liverpool Habis, Bek Prancis Itu Harus Pergi

Konsumen diminta hanya membeli produk dari penjual terpercaya yang memiliki izin resmi.

Masyarakat juga didorong untuk segera melapor jika menemukan indikasi penipuan atau penjualan barang palsu.

Antisipasi Lonjakan Permintaan Suvenir

Permintaan terhadap suvenir sepak bola diperkirakan meningkat tajam seiring makin dekatnya Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Kondisi ini kerap dimanfaatkan oknum untuk mengedarkan produk tiruan dengan harga murah.

Aparat penegak hukum di Kanada berkomitmen memperketat pengawasan peredaran merchandise ilegal sebelum turnamen dimulai.

>>> John Herdman Puji Progres Marselino Ferdinan di Pemusatan Latihan

Operasi penyitaan lebih dari 16.000 barang palsu di Toronto ini menjadi salah satu tindakan terbesar demi menjaga integritas merek resmi sepak bola dunia.