Klasemen Moto3 2026 mengalami perubahan setelah seri GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5). Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama sukses mempertahankan posisinya di lima besar dunia.

Veda yang membela Honda Team Asia finis di urutan kedelapan setelah start dari posisi ke-13. Ia berhasil naik lima peringkat meski menghadapi kendala teknis di akhir balapan.

>>> Truk Indomaret Diduga Terlibat Kecelakaan Maut, Kuasa Hukum Korban Soroti Tawaran Damai Rp500 Ribu

Persaingan Sengit di Mugello

Balapan Moto3 Italia 2026 berlangsung ketat dengan banyak aksi salip-menyalip. Beberapa momen kunci mewarnai lomba di sirkuit sepanjang 5.245 km tersebut.

David Almansa mundur dari persaingan, memberi keuntungan bagi pembalap lain. Hakim Danish asal Malaysia sempat memimpin lomba sebelum akhirnya finis ketiga.

Pembalap papan atas berusaha menjaga konsistensi poin. Veda Ega Pratama menunjukkan aksi heroik dengan memperbaiki posisi secara signifikan.

Hakim Danish Naik Podium

Hakim Danish memanfaatkan mundurnya Almansa untuk merangsek ke depan. Ia memimpin beberapa putaran sebelum harus puas di posisi ketiga.

Ini menjadi podium pertamanya di Moto3 musim 2026. Keberhasilan Danish memanaskan rivalitas regional antara Indonesia dan Malaysia.

>>> 10 Kanker Paling Langka di Dunia, Kenali Gejala Awal yang Mirip Sakit Maag

Perjuangan Veda Ega Pratama

Veda memulai balapan dari posisi start ke-13. Ia menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan terus menekan rival di depannya.

Kecepatan stabil di pertengahan lomba sempat membawanya mendekati zona podium. Namun, penurunan performa motor di putaran terakhir membuatnya kehilangan posisi.

Veda akhirnya finis di urutan kedelapan. Hasil ini tetap diapresiasi karena ia mampu mengumpulkan poin penting.

Poin tambahan dari GP Italia menjaga asa Veda dalam perburuan gelar juara dunia. Konsistensinya dalam mendulang poin membuatnya bertahan di lima besar klasemen.

>>> Lirik Lagu Ayah - Langit Cerah Band, Single Terbaru 2026 yang Penuh Haru

Para pengamat menilai peluang Veda naik ke posisi lebih tinggi masih terbuka. Fokus pada seri selanjutnya menjadi kunci bagi Honda Team Asia untuk memperbaiki performa motor.