Truk Indomaret Diduga Terlibat Kecelakaan Maut, Kuasa Hukum Korban Soroti Tawaran Damai Rp500 Ribu

Kasus kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan truk operasional milik PT Indomarco Prismatama kembali menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam insiden itu, seorang pengendara sepeda motor bernama Dimas Sulistyo Wibowo, 22 tahun, dilaporkan meninggal dunia. Pihak keluarga korban melalui kuasa hukumnya menyatakan akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia untuk mencari keadilan atas kejadian tersebut.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan yang dipublikasikan akun Instagram @gustitiansaputra pada 30 Mei 2026. Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa langkah hukum akan dilakukan baik melalui mekanisme pidana maupun perdata.

Kuasa hukum korban, Gusti Rian Saputra, meminta PT Indomarco Prismatama menunjukkan tanggung jawab yang lebih nyata terhadap keluarga korban.

"Kami meminta kepada PT Indomarco Prismatama (Indomaret) untuk segera menunjukkan tanggung jawab moral dan sosialnya secara nyata, hanya melalui pendekatan administratif atau formalitas semata, tetapi juga dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepatutan terhadap keluarga korban," ujarnya.

Dalam penjelasan yang sama, disebutkan pula adanya upaya perdamaian yang diajukan setelah kecelakaan terjadi. Poin inilah yang kemudian memicu perhatian luas di media sosial.

>>> Barcelona Tekuk Osasuna 2-1, Dekati Gelar Juara La Liga

Menurut keterangan yang disampaikan kuasa hukum korban, pihak pengemudi maupun perusahaan disebut pernah mengajukan penyelesaian damai dengan nominal Rp500 ribu.

"Penawaran perdamaian diajukan oleh pihak pengemudi maupun PT Indomarco Prismatama (Indomaret), yang pada pokoknya menunjukkan seolah-olah nyawa manusia hanya dihargai dengan nominal sebesar Rp500 ribu," katanya.

Seiring viralnya kasus tersebut, berbagai tanggapan bermunculan dari warganet. Sebagian menyampaikan pengalaman pribadi terkait kendaraan distribusi minimarket tersebut, sementara lainnya menyoroti aspek keselamatan berkendara dan kronologi kecelakaan.

Ada pula komentar yang meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang bersalah sebelum seluruh fakta kecelakaan terungkap secara lengkap. Beberapa pengguna media sosial menilai proses hukum perlu berjalan agar penyebab insiden dapat diketahui secara objektif.

Hingga kabar ini menjadi perbincangan luas, tuntutan agar seluruh pihak yang terlibat memberikan penjelasan dan bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum terus disuarakan oleh keluarga korban maupun masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.